< >

Menlu RI: Kedua Belah Pihak Setuju Redakan Keadaan

Jum'at, 11 Maret 2005 20:35
Kapanlagi.com - Upaya penyelesaian sengketa kawasan Ambalat di perairan Sulawesi antara Indonesia dengan Malaysia lewat pendekatan diplomatis mendekati kenyataan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar di kantor presiden Jakarta, Jumat (11/3).

"Kedua belah pihak setuju keadaan dapat diredakan dan tujuannya supaya menggunakan sepenuhnya pendekatan diplomasi," kata Albar yang didampingi Menlu Hasan Wirajuda kepada wartawan.

Albar juga menghendaki hubungan Indonesia-Malaysia tetap terpelihara. Hubungan pribadi kedua pemimpin pemerintah diharapkan dapat terus dipertahankan.

Hal yang sama dikatakan Menlu Hasan Wirajuda yang mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan tersebut.

Menlu Wirajuda melaporkan hasil pertemuannya dengan Menlu Albar pada Rabu (9/3) yang memuat kesepakatan untuk memulai proses perundingan seputar masalah kawasan Ambalat. Pertemuan tim teknis kedua negara akan dilakukan pada 22 sampai dengan 23 Maret 2005 di Jakarta.

"Selanjutnya secara berkala pertemuan akan terus diadakan," katanya Ia mengatakan pada pertemuan tersebut Presiden juga menyampaikan rasa kepercayaan kepada Perdana Menteri Malaysia Badawi. Presiden Yudhoyono bahkan dapat mengontak PM Badawi setiap waktu untuk menyelesaikan sengketa Ambalat.

Baik Indonesia maupun Malaysia berharap media massa tidak memanas-manasi dengan pemberitaannya. Ini juga menjadi faktor penting dalam penyelesaian sengketa Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia.

Ketika ditanya seputar penarikan kekuatan kapal perang kedua negara, Hassan menjawab, "Kita tidak mempergunakan istilah menarik." Menurut dia, kehadiran kapal perang dalam waktu dekat akan disesuaikan untuk mengendurkan ketegangan. Kehadiran beberapa kapal perang lebih merupakan bagian dari patroli rutin.

Kedua negara juga akan mendiskusikan pembangunan rambu suar di Pulau Karang Unarang. (*/dar)