Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB setelah mereka merasakan getaran gempa bumi. Suasana panik itu berhasil ditenangkan, setelah aparat keamanan mendatangi pusat-pusat "penumpukan" masyarakat yang menyebutkan isu tsunami susulan itu tidak benar.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Banda Aceh, Syahnan, mengakui sepanjang Jumat, wilayah Aceh Jaya tercatat dua kali diguncang gempa berkekuatan 5,0 - 5,1 pada SR. Gempa pertama berada pada koordinat 5,51 lintang utara (LU) - 94,6 bujur timur (BT) dengan posisi sekitar 73,7 kilometer arah barat daya kota Banda Aceh, sedangkan gempa kedua pada koordinat 5,18 LU - 94,35 BT.
Kedua gempa susulan itu pusatnya diperkirakan di dekat laut Calang, ibukota Kabupaten Aceh Barat. Ia mengimbau kepada masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) agar mereka jangan panik terhadap isu bencana tsunami susulan, apalagi yang dikembangkan orang-orang tidak bertanggungjawab.
Ia mengakui masyarakat Nanggroe Aceh hingga kini masih sangat trauma terhadap bencana tsunami, sehingga sedikit saja merasakan getaran gempa mereka sudah berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. (*/tut)