Namun sekarang, sebanyak 82 ular kobra diperkirakan telah disajikan kepada pengunjung restoran, setelah mereka dicuri dari pertanian tersebut, dalam apa yang diduga oleh polisi sebagai perbuatan orang dalam.
Menurut Letnan Kolonel Polisi Wichien Wochitrasaengphairot, perwira penyelidik di kantor polisi Pathumwan, 30 dari kobra maut tersebut diambil dari sarang ular di Lembaga Palang Merah Ratu Saovabha pada 13 Januari, dan sebanyak 32 ular lagi dicuri, 21 Januaria, serta 20 ular pada 2 Februari.
Polisi memperkirakan siapa pun yang mencuri ular-ular itu pasti telah mengetahui cara menangani ular kobra dan seluk-beluk pertanian itu, karena lubang sarang tersebut dikunci rapat dan tak mungkin ular itu dapat memanjat ke luar sarang mereka.
Namun Letkol Polisi tersebut mengakui petugas penyelidik tak memiliki petunjuk mengenai pencurian itu, karena semua pekerja pertanian tersebut, yang mengambil bisa ular untuk membuat serum, telah membantah keterlibatan mereka.
Semua pekerja diduga akan menjalani ujicoba kebohongan guna membantu menentukan siapa yang bersalah. Meski demikian, polisi mengaku hampir tak mungkin untuk menjamin ular-ular itu dapat dikembalikan, karena menurut mereka, sangat mungkin ular-ular tersebut telah masuk ke dalam daftar menu restoran. (*/tut)