"Setelah nanti kita buktikan, biar rakyat yang tahu siapa yang `bermain`," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi kepada pers di kompleks istana, Jumat siang.
Namun ketika ditanya wartawan tentang identitas orang atau kelompok yang sengaja mengakibatkan kelangkaan minyak tersebut, Sudi menolak memberikan keterangan secara terperinci.
Sementara itu, Jumat siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara mendadak memanggil Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Widodo AS, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kapolri Jenderal Pol Da`i Bachtiar, Menteri perhubungan Hatta Radjasa serta Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.
Sebelum menemui kepala negara, Purnomo mengatakan kepada pers bahwa kelangkaan minyak tanah terutama terjadi karena jenis bahan bakar minyak (BBM) itu banyak yang digunakan tidak seperti tujuan semula.
"Minyak tanah sebetulnya hanya disediakan untuk rumah tangga kecil serta usaha-usaha kecil," kata Purnomo sambil berjalan menuju Istana Merdeka.
Ia menambahkan ternyata minyak tanah banyak yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kapal-kapal yang seharusnya tidak memanfaatkan minyak tanah sebagai penggerak mesin-mesinnya.
Karena itu, Purnomo mengatakan pemerintah akan segera mengambil tindakan selain berusaha mencegah penyelundupan minyak tanah ke berbagai negara. (*/lpk)