Dia sendiri masih dalam taraf penyembuhan setelah mengalami cedera kepala dalam salah satu serangan granat-roket. Dia merupakan satu dari 140 serdadu yang diberi anugerah atas jasa mereka di Irak, Afghanistan, bekas Yugoslavia dan Afrika.
Menteri Pertahanan Inggris Geoff Hoon mengatakan, "Anugerah dan tanda kehormatan itu merupakan pengakuan atas prestasi luar biasa dari manusia-manusia - pria maupun wanita - yang istimewa tersebut, serta tindakan gagah-berani mereka, kewiraan dan tekad mereka."
Berita ini menjadi dorongan yang sangat dibutuhkan sekarang ini bagi militer. "Pada saat ketika angkatan bersenjata dihantam terus menerus dengan berita-berita buruk , apakah itu tentang tentara Inggris yang diadili karena menyiksa tawanan atau absennya penjagaan dan pengawasan atas keselamatan tenaga-tenaga muda oleh Kementerian Pertahanan, berita ini sangatlah disambut baik."
Peristiwa ini juga telah mendorong Kepala Staff Umum Sir Mike Jackson untuk mengatakan, ini menjadi saat yang paling membanggakan dirinya dalam karier militernya yang sudah lama. Prajurit Beharry, dari Batalion Satu, Resimen Princess of Wales, mengatakan dia sampai 'kehabisan kata' ketika diberitahu dirinya akan memperoleh anugerah Victoria Cross (VC)
Hadiah ini adalah yang poertama dianugerahkan sejak VC anumerta diberikan kepada LetKol. Herbert Jones dan Sersan Ian John McKay dalam konflik Falklands (Malvinas). Ini menjadikannya penerima lencana VC pertama yang masih hidup sejak tahun 1969. Victoria Cross adalah anugerah tertinggi dalam jajaran kemiliteran Inggris dan Persemakmuran.
Tiga belas orang telah menerima anugerah VC - dan Beharry adalah satu-satunya yang masih hidup. "Ketika kemarin saya diberitahu, saya merasa sangat bangga. Saya sampai kehabisan kata," kata Beharry, yang dilahirkan di pulau Grenada, Karibia, tetapi tumbuh dewasa di London.
Serdadu ini tengah berada di bagian paling depan dari sebuah konvoi lima kendaraan, ketika tiba-tiba diserang di kota Al-Amarah tanggal 1 Mei 2004. Dia memimpin rombongan tersebut menerjang daerah musuh sepanjang satu mil untuk menurunkan rekan-rekannya yang terluka tanpa mempedulikan keselamatan dirinya.
Padahal ia berada dalam ancaman bahaya yang besar - demikian disebutkan dalam naskah anugerah itu. Bebarapa pekan kemudian, kendaraannya terkena serangan granat-roket. Biarpun kepalanya terluka, dia bisa memundurkan Warriornya sampai aman. (bbc/tut)