"Sayangnya, para dokter tidak mengumpulkan data statistik pasti, jika tidak kami bisa menyusun angka yang lebih tepat," kata Alexander Mikhailov, kepala bidang informasi Pelayanan Pengawasan Narkoba. Tingkat penyakit dan kejahatan yang tinggi dan berkurangnya tingkat kelahiran telah menurunkan jumlah penduduk Rusia sejak runtuhnya Uni Sovyet menjadi kurang dari 145 juta dari 152 juta orang.
Narkoba tidak banyak dikenal pada era Uni Sovyet, namun meluas dengan cepat pada 1990-an. Dengan satu juta pengguna, Rusia merupakan pasar heroin terbesar Eropa. Penggunaan narkoba juga mendorong perluasan HIV, virus yang menyebabkan AIDS, yang menjangkiti lebih dari 250.000 orang di negara itu. "Cepatnya perluasan penyakit itu mengkhawatirkan." (*/tut)