< >

Unjuk Rasa di Seluruh Dunia Guna Memperingati Perang di Irak

Minggu, 20 Maret 2005 16:01
Kapanlagi.com - Terjadi unjuk rasa di berbagai kota di seluruh dunia guna memperingkatkan dua tahun sejak dimulainya perang di Irak.

Di London, unjuk rasa dilangsungkan di tengah cuaca yang cerah di awal musim semi dengan sekitar 45 ribu orang hadir melakukan pawai yang melewati kedutaan Amerika Serikat dan kemudian berhenti di Trafalgar Square di jantung kota London.

Diantara peserta unjuk rasa, terdapat dua mantan tentara Inggris yang berhenti sebagai protes terhadap perang.

Mereka meninggalkan dua peti mati pura-pura di luar kedutaan Amerika di saat para peserta meneriakkan kata-kata "George Bush, Paman Sam, Irak akan menjadi Vietnam anda."

Yang juga ikut ambil bagian adalah Rose Gentle yang kehilangan putranya, Gordon, sebagai tentara Inggris yang bertugas di Irak.

"Pemerintah berbohong kepada kmai, dan mereka berbohong kepada para tentara, dan saya kira sudah waktunya tentara dipulangkan, dan biarkan Irak mengurusi masalah mereka sendiri."

"Mereka ingin agar tentara Amerika dan Inggris ditarik, dan kami juga menginginkan mereka ditarik."

Perang sia-sia

Berjalan di barisan depan para peserta unjuk rasa ini adalah seorang warga Palestina Mahmoud Abu Rideh.

Dia adalah satu dari sepuluh tahanan asing yang dibebaskan pekan lalu dari pusat penahanan di Inggris.

Demo ini tidak berlangsung di London saja.

Dalam pidato radio mingguannya, Presiden George W Bush mempertahankan alasan mengadakan perang, karena dilakukan untuk "melucuti senjata rejim yang brutal, membebaskan rakyatnya dan mempertahankan dunia."

Lebih dari 4500 orang berkumpul di Tokyo, selama kunjungan menteri luar negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice.

"Pasukan Pertahanan Diri Jepang harus segera ditarik dari Irak, dan pendudukan Irak harus diakhiri segera," kata Ken Takada, anggota dari kelompok pencinta perdamaian World Peace Now.

Protes serupa juga berlangsung di Roma dimana Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi awal pekan ini mengatakan bahwa pasukan negara itu akan ditarik bulan September bila situasi memungkinkan.

"Dua tahun lalu, saya juga ikut demo di tempat ini, sama seperti yang saya lakukan sekarang."

"Alasannya sama: perang ini tidak ada gunannya, perang hanya menghasilkan perang berikutnya. Dan berapa perang ini berlangsung.

"Satu bulan 20 hari resminya. Namun sejak perang berakhir, kita terus melihat jatuhnya korban." kata salah seorang pengunjuk rasa di kota Roma.

Di tempat lain, tiga ribu orang mengadakn unjuk rasa di Athena, dan Istanbul, sedangkan jumlah yang lebih kecil juga mengadakan kegiatan serupa di Stockholm, Oslo dan di kota-kota lainnya. (bbc/lpk)