< >

Rel Amblas, Kreta Api Babaranjang Anjlok

Minggu, 20 Maret 2005 16:09
Kapanlagi.com - Rel kreta api dilintasan antara Tanjung Enim Baru dan Muara Enim, Sumsel, Minggu amblas akibatnya dua lokomotif dan 6 gerbong kosong tujuan Tanjung Enim terguling, tujuh penumpangnya mengalami luka-luka.

Kepala divisi regional Sukbagsel Roni di lokasi kejadian mengatakan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 2.15 Minggu dinihari .

Amblasnyanya landasan rel tersebut diduga akibat banjir kiriman dari atas sehingga terjadi longsor pada landasan rel dan air mebawalongsoran tanah hingga kesungai Enim.

Akibat kecelakanan tersebut menurut dia sebanyak 7 orang anak buahnya yang saat itu bertugas di-Log mengalami luka-luka dan saat ini sudah dibawah kerumah sakit AK Gani Tanjung Enim untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban kecelakaan tersebut masing masing Hermana Jaya (41), Najamuddin (37),Diding (52),Kamiluddin (37)Basrin((29),Taufik(37) dan Karyana (38),semuanya adalah karyawan PJKA yang berdomisili di Palembang.

Dua lokomotif yang ikutt anjlok tersebut yakni loko CC.201124 R dan log CC 201174 R, selanjutnya gerbung bermuatan 60 drum minyak pelumas bernomor TTW 0742 dan dan lima gerbung tempat batubara sebanyak lima buah.

Kepala Divre sumabgsel mengatakan kerusakan rel sepanjang 150 meter tersebut akan diperbaiki selama 24 jam dengan mengerahkan sedikitnya 500 karyawan PJKA yang telah didatangkan dari Palembang,Baturaja,Lahat,Lubuk Linggau dan lampung.

Disinggung soal kewajiban PJKA terhadap angkutan batubara untuk Tarahan dan kertapati menurut Rono pihaknya telah menghubungi pelabuhan kewrtapi dan mengatakan stock tersedia untuk satu minggu.

Upaya uyang dilakukan PJKA saat ini secepatnya memperbaiki rel yang rusak dan membuat gorong-gorong dilokasi amblas dengan menggunakan gorong-gorong aremko untuk tahap awal ini.

Diakatkannya untuk angkutan batubara PJKA saat ini berkewajiban mengangkut 18 rit batubara dari Tanjung Enim ke Tarahan selama 24 jam,dan mengangkut batubara dari Tanjung Enim kekertapti sebvanyak 10 rit.

Dengan kerusakan rel tersebut batubara PT.BA untuk ketarahan tidak bisa diangkut selama selama 24 jam sebanyak 27000 ton untuk tarahan dan 9600 ton untuk kekertapti.

Dilokasi amblas rel aratusan karyawan PJKA sudah mulai bekerja memperbaiki rel yang rusak dan membangun gorong-gorng baru, sementara dua buah lokomotif dan enam gerbong yang anjlok masih dibiarkan belum diangkat karena masih menunggu peralatan penagngkat yang akan didatangkan dari Lahat dan palembang.

Aikabt tergulingnya kreta api babaranjang ini oli yang ada didalam log tumpah dan mecemari sungai enim sehingga airnya terlihat berminyak.

Selain itu jalan negara ikut longsor sepanjang 8 meter,arus lalulintas mengalami kemacetan dan antrian yang cukup panjang.

Kapolres Muara Enim AKBP Bambang Sujtayo dilokasi mengatakan pihaknya akan melakukan penjagaan terthadap gerbong tersebut hingga kondisi normal kembali serta mengatur lalulintas.

Pihak PT.BA selaku pemakai jasa kreta api terbesar baik Direktur Utama maupun pejabat lainnya belum berhasil dihubungi walaupun HPnya aktif namun tidak diangkatnya,sehingga belum dikatehaui berapa kerugian PT.BA akibat kejadian tersebut. (*/lpk)


BERITA TERKAIT