< >

Pergantian Kapolri Masih Belum Pasti

Rabu, 23 Maret 2005 06:47
Kapanlagi.com - Pergantian Kapolri sampai saat ini masih belum pasti karena belum ada nama-nama yang masuk ke Presiden Yudhoyono.

"Belum (ada nama yang masuk)," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Kantor Presiden di jakarta, Selasa, saat ditanya apakah sudah ada nama calon Kapolri.

Saat ditanya apakah benar sudah ada nama yang masuk, Sudi balik bertanya, "Kata siapa?".

Ditanya lagi berapa nama yang akan diajukan ke DPR, Sudi meminta masyarakat untuk bersabar.

"Tunggu, tunggu lah," katanya.

Sementara itu Pengamat Politik UI Tjipta Lesmana mengharapkan Presiden Yudhoyono mengajukan dua atau tiga nama calon Kapolri ke DPR dengan alasan agar DPR tidak merasa di "fait accompli" dan memiliki keleluasaan dalam melakukan fit and proper test.

"Sebaiknya memang tiga nama supaya DPR ada keleluasaan. Memang dalam kasus pengajuan Kapolri sekarang ini agak lain karena Yudhoyono sepertinya menginginkan Sutanto (Kalakhar BNN), tapi kalau hanya satu nama yang diajukan ke DPR sepertinya kurang pas," kata Lesmana.

Ia mencontohkan ketika Gus Dur sebagai Presiden mengajukan Chairuddin Ismail sebagai pengganti Bimantoro sebagai Kapolri.

"Ini kasusnya luar biasa. Itu semua dipaksakan karena Bimantoro tidak mau mengikuti Gus Dur dan DPR merasa di by-pass. Ini jangan sampai terulang lagi," katanya.

Ia juga melihat masalah pemerintah dan DPR mengenai kenaikkan BBM bisa mengganjal langkah Sutanto bila menjadi calon tunggal Kapolri.

Disinggung mengenai diktum UU Kepolisian supaya memperhatikan senioritas dalam pencalonan Kapolri, Tjipta membenarkan.

Namun pada akhirnya yang mempunyai kewenangan adalah presiden.

Sutanto saat ini baru saja meraih bintang tiga dibandingkan empat Komjen yang sudah ada sebelumnya.

Saat ini ada lima orang bintang tiga di jajaran Polri, yakni Wakapolri Komjen Adang Daradjatun, Komjen Makbul Padmanagara, Kabareskrim Komjen Suyitno Landung dan Kababinkam Komjen Ismerda Lembang dan Sutanto.

Dari segi senioritas, Sutanto paling bawah namun realitas politik bisa bicara lain.

Ia juga menilai Sutanto akan rikuh pada seniornya jika masih ada empat bintang tiga lainnya. (*/lpk)