Wilayah ini diganggu oleh kekerasan antara kelompok Muslim Syiah dan Muslim Sunni. Para pengawal berada di sebuah kendaraan terpisah yang terguling setelah terkena hujan peluru. Kendaraan itu jatuh ke dalam sebuah parit. Tidak jelas apakah para pengawal itu tertembak atau tewas karena kendaraan terguling.
Tareen meninggal di sebuah rumah sakit di Gilgit tempat dokter berusaha menyelamatkan anak laki-laki dan menantu perempuannya. "Itu adalah serangan teroris," kata Menteri urusan Daerah Utara Faisal Hayat di Islamabad. Ia mengatakan, bala bantuan keamanan telah dikirim ke Gilgit yang merupakan kota penting di daerah utara Pakistan.
Pejabat kementerian dalam negeri itu mengatakan, tampaknya ada motif sektarian di balik serangan tersebut. "Serangan itu tampaknya merupakan pembunuhan sektarian. Kami telah memerintahkan penyelidikan," kata pejabat itu. Pemerintah belum tahu siapa yang berada di belakang pembunuhan itu.
Tareen adalah kepala polisi Daerah Utara Pakistan hingga ia ditempatkan di luar daerah itu baru beberapa hari lalu. Sebagai kepala polisi di kota Gilgit di Himalaya, ia memimpin tindakan keras pada kekerasan sektarian yang telah menyebabkan puluhan orang tewas di daerah itu beberapa bulan belakangan ini.
Insiden paling serius tahun ini adalah pada Januari ketika 17 orang tewas dalam kerusuhan mematikan menyusul pembunuhan atas seorang pemimpin penting sekte Syiah. Pertumpahan darah itu melibatkan pengikut garis keras Muslim Sunni dan Syiah yang bersaing yang telah menyebabkan lebih dari 4.000 orang tewas di Pakistan sejak akhir 1980-an.
Muslim Syiah merupakan sekitar 20 persen dari 150 juta penduduk Pakistan, tapi sebagian besar berada di Gilgit, dan kota besar Skardu di Pakistan utara yang berdekatan. (*/tut)