"Saya mengimbau masyarakat tidak takut mengkonsumsi daging dan telur ayam, burung serta jenis unggas lain dengan syarat harus direbus sampai mendidih dahulu," katanya menjawab pers usia melantik 24 pejabat eselon II Depkes, di Jakarta, Kamis sore.
Menurut Menkes, berita puluhan ekor ayam mati di sejumlah daerah di Indonesia karena flu burung adalah tidak benar karena untuk menentukan jenis penyakit ayam perlu diteliti dilaboratorium.
Sementara itu, hasil penelitian atas matinya ribuan ayam ternak di sejumlah daerah di Indonesia pada Januari - April 2004, tidak ditemukan virus flu burung, melainkan penyakit demam pergantian musim.
Kendati demikian, pemerintah melalui Ditjen Peternakan Departemen Pertanian dan DInas pertenakan di setiap provinsi, kabupaten/kota telah menggalakkan pemberian vaksin flu burung guna mencegah kemungkinan penularan flu burung.
Departemen Kesehatan juga memeriksa darah dari ratusan pekerja di perusahaan peternakan ayam di Bali, Jatim, Jateng, DIY, Jabar dan Sulsel pada tahun 2004 yang menunjukan bahwa tidak ditemukan virus flu burung dalam darah pekerja peternakan tersebut..
Selama 2005 dilaporkan sedikitnya 12 orang meninggal diduga terkena virus flu burung di Vietnam dan Thailand. Mereka yang meninggal diduga tertular virus flu burung akibat melakukan kontak terus menerus dengan ternak unggas.
Pejabat eselon II Depkes yang dilantik, antara lain dr Doti Indrasanto S, MPH (Kepala Pusat Data dan Infornasi Kesehatan), dr G Pandu Setiawan, Sp.KJ (Direktur Kesehatan Jiwa Masyarakat) dan dr Rustam S Pakaya, MPH (Sekretaris Ditjen Pelayanan Medik). (*/lpk)