< >

PBB: Kebijakan Pemerintah RI Masuk Akal

Kamis, 24 Maret 2005 23:02
Kapanlagi.com - Wakil utusan khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk negara-negara yang terkena bencana tsunami, Erskine Bowles, mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah RI soal keberadaan orang atau lembaga asing di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu sangat beralasan dan masuk akal.

"Melalui percakapan saya dengan Menko Kesra Alwi Shihab kemarin, saya kira sudah ada kebijakan Pemerintah RI yang baik dan sangat masuk akal bahwa semua orang asing boleh tinggal di Aceh sampai tanggal 26 April 2005," katanya kepada pers di sela-sela pertemuan dengan Pelaksana tugas Gubernur NAD, Azwar Abubakar, di Kota Banda Aceh, Kamis malam.

Karena, tambahnya, pemberian waktu satu bulan dari batas sebelumnya yakni 26 Maret 2005 bagi keberadaan orang atau lembaga asing di Aceh oleh Pemerintah RI itu untuk proses registrasi (pendaftaran). "Selama waktu bulan itu Pemerintah RI akan melakukan pendaftaran siapa yang mempunyai rencana kegiatan yang baik maka yang bersangkutan bisa tetap tinggal di Aceh," ujar dia.

Akan tetapi, bagi orang atau lembaga asing yang tidak punya rencana baik dan jelas tentunya akan diucapkan terima kasih serta tidak perlu tinggal dan bekerja di Aceh setelah tiga bulan masa selesainya tanggap darurat pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami.

"Lembaga atau orang asing yang bisa tinggal di Aceh itu adalah mereka yang punya rencana matang untuk membantu dalam penanganan masa darurat pasca bencana alam tersebut," tambah Bowles.

Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke daerah bencana di Aceh itu untuk melihat sejauhmana perkembangan situasi secara langsung. "Kami telah berbicara langsung dengan masyarakat, sehingga bisa diketahui bantuan apa yang mungkin diperlukan penduduk di sini," katanya.

Disebutkan, kunjungannya ke Aceh juga untuk memperlihatkan pandangan dunia agar tetap memberikan perhatian besar bagi Aceh, sehingga semua bantuan tetap diberikan kepada daerah ini pasca berakhirnya masa tanggap darurat. "Selama tiga bulan masa tanggap darurat ini cukup besar sudah perubahan ke arah yang lebih baik. Semua yang terlibat dalam bantuan bencana sangat bagus kerjanya selama tiga bulan terakhir ini.

Bowles juga mengakui bahwa keterlibatan badan dunia (UN) dalam penanganan bencana alam tsunami di Aceh itu cukup besar. "Bantuan yang diberikan badan dunia di Aceh ini cukup dan terbesar saat ini," tutur dia.

Ia juga menyebutkan bahwa mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, sebagai utusan khusus PBB untuk daerah-daerah yang terkena bencana alam tsunami itu sangat berkeinginan kembali datang ke Aceh untuk kedua kalinya, namun karena beliau baru saja keluar dari rumah sakit maka kedatangannya ditunda.

"Besar kemungkinan Bill Clinton akan datang kembali ke Aceh pada delapan minggu ke depan sejak hari ini," kata dia.

Selama berada di Aceh, Bowles bersama rombongan berkunjung ke Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Utusan khusus PBB itu juga melakukan pertemuan dengan belasan lembaga-lembaga PBB yang berada di Kota Banda Aceh. (*/lpk)