Suciwati mengatakan, PBB menjanjikan kasus ditangani secara jujur. "Pak Makarim juga menjanjikan akan membantu, apabila ada yang menghalangi," katanya. Menurut Suciwati, dia mendatangi Komisi PBB, karena dia yakin pembunuhan Munir adalah pembunuhan politik. "Karena aktivitasnya, dia dibunuh. Dan, yang saya tahu, banyak yang terlibat di sana.
Suciwati mengatakan, pemerintah sudah mengambil sejumlah langkah yang tepat untuk menyelidiki kematian suaminya. Tapi, mengingat reputasi pemerintah Indonesia selama ini, demikian tambah Suciwati, dia juga memiliki keraguan. "Saya harus tetap bekerja, agar kasus ini tidak seperti kasus yang lalu-lalu," tandas Suciwati.
Selama berada di Eropa, Suciwati juga akan bertemu dengan pejabat Belanda dan Uni Eropa. Polri telah menyatakan pilot senior Garuda, Pollycarpus Priyanto sebagai tersangka terbunuh Munir dalam penerbangan ke Belanda bulan September lalu. (bbc/tut)