"Jika kasus kematian pejuang HAM ini tidak terungkap, maka bisa berdampak politis apalagi sampai sekarangpun masih simpang siur bahkan tidak ada kejelasan sama sekali apa motif dari pembunuhan terhadap Munir tersebut," katanya disela-sela Semiloka Pilkada Langsung di Unmuh Malang, Sabtu petang.
Kesumbangan dan kesimpangsiuran penyebab dan motif terbunuhnya Munir dalam perjalanan ke Amsterdam dengan pesawat Garuda itu, katanya, disebabkan masih belum terungkapnya kasus tersebut sedangkan aparat kepolisian yang berwenang secara yuridis masih belum berhasil menemukan dan menetapkan tersangka utamanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya mendesak agar polisi segera menemukan data dan fakta yang bisa mengungkap motif kasus tersebut sehingga masyarakat tahu persis bagaimana kasus yang sebenarnya, apakah kematian Munir itu karena `by accident` atau by `design`.
Jika kasus itu masih belum terungkap, kata politisi dari Fraksi PKB tersebut, maka masyarakat akan kebingungan jangankan masyarakat, keluarga dan istri Munir sendiri juga bingung dengan kinerja polisi dan TPF yang sangat lamban sehingga Suciwati membawa persoalan itu ke Kongres Komisi HAM PBB di Jenewa.
Kalau sudah demikian, katanya, jangan salahkan istri almarhum Munir, Suciwati yang berusaha mencari tahu sekaligus membeberkan persoalan terbunuhnya suaminya itu dihadapan Komisi HAM PBB, karena hingga sekarang masih belum tuntas.
Ia mengakui, sebagai wakil rakyat pihaknya tidak bisa melakukan action kecuali hanya bisa mendesak dan mengawasi dua institusi itu dan dia juga berharap agar Dirut Garuda yang ditengarai terlibat juga segera diperiksa.
Dengan demikian, katanya, bisa diketahui apa motif di balik terbunuhnya Direktur Imparsial itu, apakah pembunuhan itu bernuansa politis atau criminal murni.
Sementara itu, peneliti Senior Center for Electoral Reform (Cetro), Smita Notosusanto menyatakan pesimis jika kasus terbunuhnya Munir bisa terungkap.
"Saya justru sangat pesimis kasus Munir ini bisa terungkap, karena selain prosesnya yang lambat bahkan jalan ditempat, kita mau ketemu Kepala BIN, pak Samsyir saja sulitnya setengah mati, ada saja alasannya apalagi kalau kita mau menanyakan kasus Munir," tegasnya. (*/dar)