Presiden menyatakan hal tersebut saat membuka Muktamar X Jamiyyah Ahlith Tahriqah Al Mutabarah An Nahdliyyah yang berlangsung hingga 30 Maret.
Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Menag Maftuh Basuni, Menko Kesra Alwi Shihab, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro serta Gubernur Jateng Mardiyanto.
Presiden mengatakan jalan yang harus dilalui untuk memberantas korupsi masih jauh.
"Meskipun kita tidak boleh menyerah dan melemah dengan tugas yang berat dan mulia," katanya.
Presiden mengatakan tidak lama setelah dirinya memegang tampuk pemerintahan dia telah mencanangkan gerakan nasional memerangi korupsi dan berbagai bentuk kejahatan yang mengusik rasa keadilan.
"Tidak mudah menyelesaikan masalah korupsi dalam waktu yang singkat karena pada waktu lalu praktek itu sungguh subur di masyarakat," katanya.
Yudhoyono mengatakan bangsa Indonesia menghadapi krisis ahklak,
Ada sebagian orang yang diberi amanah namun tidak menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Sementara orang yang diberi kepercayaan menyalahgunakan kepercayaannya. Gejala ini telah lama berlangsung di negara ini.
Pada era reformasi, katanya .saatnya berusaha untuk memperbaharui segalanya, namun hambatan yang berkaitan dengan akhlak itu nampaknya masih sulit diselesaikan dalam waktu singkat. (*/dar)