Penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut disampaikan saat membuka Muktamar X Jam`iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabaroh An Nadhliyah di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Minggu siang.
"Tidak mudah untuk memberantas korupsi dalam waktu cepat, sebab tindakan itu sudah lama berurat akar," katanya.
Ikut hadir dalam kesempatan itu, Menko Kesra Prof DR Alwi Shihab, Menko ESDM Purnomo Yusdiantoro, Menag M Mahtuh Basyuni, Jaksa Agung Abdurrahman Saleh, Gubernur Jateng H. Mardiyanto, dan Ketua MUI Jateng KH Habib Luthfi Ali bin Yahya.
Presiden mengatakan, tindakan untuk memberantas korupsi dan kejahatan lainnya sudah lama dilakukan, tetapi hingga sekarang hasilnya masih jauh dari harapan.
"Namun demikian kita tidak boleh menyerah untuk memerangi tindakan kejahatan tersebut," katanya menandaskan.
Ia menegaskan, siapapun yang melakukan tindakan kejahatan pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal dari Tuhan sehingga cepat atau lambat pasti akan merasakannya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak pada alim ulama dan para ahli thoriqoh untuk ikut memerangi tindakan kejahatan korupsi dan tindakan kejahatan lainnya.
"Kami mengajak pada ahli thoriqoh agar mengajak umat untuk memerangi kejahatan korupsi," katanya.
Presiden SB Yudhoyono tiba di Alun-Alun Kabupaten Pekalongan tepat pukul 09.50 WIB dengan menggunakan tiga pesawat helikopter milik TNI- AU dan meninggalkan acara Muktamar tepat pukul 11.50 WIB. (*/erl)