Pemerintah Presiden Gloria Macapagal Arroyo kini kian ditekan oleh mancanegara berkenaan dengan serangan terhadap para wartawan. Presiden Arroyo telah menjanjikan penyelidikan tuntas terhadap penembakan pekan lalu atas diri wartawan Marlene Ezperat.
Wartawan ini sebelumnya terus menerus melancarkan gebrakan terhadap korupsi di halaman-halaman mingguannya yang terbit di Pulau Mindanao. Perempuan berusia 45 tahun itu adalah wartawan ke-3 yang terbunuh di Filipina dalam tahun ini.
Gugus tugas khusus itu dibentuk sehari sesudah Badan Pemantau Media yang berkedudukan di Paris - Wartawan Tanpa Perbatasan - mengumumkan akan mengutus sebuah tim pencari fakta untuk mengusut pembunuhan para wartawan di Filipina. (abc/tut)