Vietnam mengekspor 145.560 ton kopi pada Januari dan Februari dari 155.390 ton setahun sebelumnya, menurut data Asosiasi Kopi dan Kakao Vietnam. Pada 2004, Vietnam mengekspor 889.705 ton, atau naik 28%.
Rendahnya curah hujan merusak sepertiga tanaman kopi Vietnam, menurut laporan pemerintah lokal di empat provinsi penghasil kopi terkemuka. Musim kemarau diperkirakan menurunkan produksi kopi Vietnam dalam tahun panen yang dimulai 1 Oktober, kata sejumlah analis.
"Petani saat ini menahan kopi karena harganya diperkirakan meningkat," ujar Dave D'haeze, konsultan pertanian dari E.D.E. Consulting for Coffee Asia Pacific.
Harga kontrak kopi robusta di London, yang hampir seluruhnya diekspor dari Vietnam, melonjak 40% tahun ini. (bis/erl)