Hal ini mengakibatkan para pendatang takut beraktivitas di luar tempat tinggalnya. Dia menyalahkan penegak hukum karena tidak banyak berbuat untuk memerangi kejadian ini. Rasa takut juga dirasakan mahasiswa sebuah universitas di kota itu. Seorang mahasiswa asal Asia menuturkan, bagi orang asing tinggal di St. Petersburg bagaikan hidup di hutan. Mereka kerap dihantui ketakutan.
Pelaku kekerasan rasial diketahui berasal dari kelompok Kanan Jauh. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki senjata lengkap untuk menyerang atau menakuti para pendatang. Salah seorang pemimpin kelompok Kanan Jauh, Yuri Belaev mengaku, menggunakan kekerasan bukan karena ingin tapi karena terpaksa.
Kelompok antipendatang lain yang juga turut mengacau adalah geng Skinhead. Diperkirakan saat ini di Rusia terdapat sekitar 50 ribu anggota Skinhead aktif. (lpt/tut)