< >

Perbankan Lebih Pilih Tambah Modal Dibanding Merger

Rabu, 30 Maret 2005 20:14
Kapanlagi.com - Direktur Direktorat Perijinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia Siti Ch Fadjrijah mengatakan sebagian besar perbankan lebih memilih menambah permodalan untuk memenuhi keinginan BI mempercepat konsolidasi perbankan dibanding merger.

"Sebagian besar bank yang sudah menyampaikan rencana bisnisnya, lebih berusaha memenuhi modal yang Rp100 miliar dengan cara mengalihkan kepemilikannya kepada pemodal yang lebih kuat," kata Siti di Jakarta, Rabu (30/3).

Dijelaskan Siti, sudah ada empat bank yang mengajukan ijin untuk mengundang investor baru dari dalam negeri untuk menambah modal menjadi minimal Rp100 miliar pada tahun 2010.

"Saya gak mau sebutkan banknya. Tetapi bank lain saya belum tahu. Nanti Juni akan ada pengumuman BI untuk mengerucutkan konsolidasi ini," katanya.

Siti juga mengatakan belum ada bank yang mengajukan ijin untuk melakukan merger atau akuisisi dengan bank lain. "Kalau hanya diskusi mau merger atau mau ambil alih banyak, tetapi belum ada yang ajukan permohonan resmi," katanya.

Menurut Siti, dalam proses konsolidasi perbankan ini, seharusnya perbankan lebih memperkuat kelembagaannya dengan menerapkan Good Corporate Governance, perkuat infrastruktur di dalam dan memperbaiki kualitas SDM serta memfokuskan usahanya.

"Dengan begitu secara otomatis nilai mereka akan meningkat sehingga harga juga akan naik dan menjadi mudah untuk mencari investor atau bank lain yang mau dimerger," katanya.

Sebelumnya, BI telah meminta perbankan untuk mempercepat proses konsolidasi dan menawarkan beberapa jalan seperti merger serta akuisisi dengan memberikan kelonggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK) bagi bank yang melakukannya.

Siti juga memperkirakan kondisi perbankan di tahun 2005 akan lebih baik dibanding 2004 seperti meningkatnya Dana Pihak Ketiga yang tumbuh sekitar enam persen, pertumbuhan kredit yang bisa mencapai 20%-25% dan kredit bermasalah yang rendah. (*/dar)