Striker klub Real Madrid yang harganya diperkirakan mencapai US$100 juta dan mencetak lebih dari 200 gol dalam karirnya, juga terancam di klubnya dengan alasan yang sama. Striker tersebut hanya mencetak lima gol dalam 14 pertandingan pada 2005 dan juga menghadapi meningkatnya oposisi di klubnya.
Kritik terhadap pemain terbaik dunia 1996 dan 1997 itu memuncak di Brazil setelah penampilan menyedihkan di kualifikasi Piala Dunia karena Brazil mengalahkan Peru 0-1 pada Minggu lalu. "Saya yakin itu, ketika saya mulai mencetak gol kembali, semuanya akan berlalu," kata striker tersebut, Selasa, sehari sebelum Brazil ditahan imbang 1-1 oleh Uruguay.
Ia sekali lagi gagal mencetak skor meskipun ia mendapat peluang. Pelatih Brazil Carlos Alberto Parreira berada dalam tekanan kuat untuk menggantikan striker itu dengan Robinho, 21, dari klub asal Brazil, Santos yang dinilai sebagai pemain terbaik di negara itu. "Ronaldo telah melakukan yang terbaik sebelum Uruguay, tetapi terdapat sedikitnya tiga pemain belakang yang mendekati dia sepanjang waktu."
Meningkatnya kritik terhadap pemain yang diberi julukan oleh masyarakat Brazil sebagai "The Phenomenon" cukup menganggu Parreira. "Ronaldo adalah pemain terbaik dunia, tetapi rasanya banyak kesulitan mengikutinya," katanya. Bahkan fakta bahwa ia adalah pencetak gol nomor satu, dengan sembilan gol di seri kualifikasi Piala Dunia di Amerika Selatan, tidak mengurangi tekanan media atas Ronaldo.
Rata-rata gol Ronaldo yang rendah di bawah pelatih Parreira adalah alasan lain kritik yang diterimanya. Striker tersebut telah mencetak 12 gol dalam 25 pertandingan, yang membuat rata-rata 0,48 gol per pertandingan. Rata-rata ini mencapai 0,75 dan 0,73 gol per pertandingan di bawah mantan pelatih tim nasional Luiz Felipe Scolari dan Wanderlei Luxemburgo.
Media olahraga Brazil mengatakan Ronaldo mendapat beban sejak menikahi top model Brazil Daniela Cicarelli dalam sebuah upacara mewah di sebuah kastil di Perancis Februari lalu. Namun demikian, peluang Brazil untuk lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman tidak terpengaruh oleh musim buruk yang menimpa Ronaldo.
Juara dunia lima kali itu berada di tempat kedua pada seri kualifikasi lokal, empat poin di bawah rival kuatnya Argentina. Peluang mereka untuk lolos mencapai 99,7 persen saat negara tersebut masih mempunyai lima pertandingan kualifikasi untuk dimainkan hingga Oktober. (*/tut)