< >

Vaughan Mengikuti Kemashuran Rooney

Senin, 11 April 2005 21:54
Kapanlagi.com - James Vaughan menjadi remaja terakhir yang dijamu di Goodison Park ketika golnya pada kemenangan 4-0 atas Crystal Palace membawa pemain berusia 16 tahun itu sebagai pencetak gol termuda di Liga Utama Inggris.

Pada usia 16 tahun 271 hari, Vaughan mengalahkan rekor James Milner, yang sekarang di Newcastle, yang berusia 16 tahun 357 hari saat mencetak gol bagi Leeds pada Liga Utama.

Dan golnya juga membawanya menjadi pencetak gol termuda di Everton, menggantikan Wayne Rooney, sekarang di Manchester United, yang lebih tua empat hari dari Milner ketika pertamakali membobol gawang dalam sepakbola papan atas Inggris.

Rooney adalah keajaiban terakhir yang mendadak muncul pada tim utama David Moyes dari klub akademi tetapi transfer kontroversial striker Inggris tersebut ke Old Trafford Agustus lalu meninggalkan perasaan pahit dan kemarahan yang pasti akan kembali ke permukaan saat kunjungan klub barunya sembilan hari mendatang.

Meski demikian, orang-orang Everton mempunyai waktu untuk menikmati munculnya pemain kelahiran Birmingham, yang sangat kuat, Vaughan yang sudah lulus ke tim senior setelah menjalani beberapa sesi latihan dengan tim utama.

Vaughan membuat debutnya baru-baru ini untuk Inggris U-17 (dibawah 17 tahun) dan masih tetap jauh untuk menyamai keberhasilan Rooney.

Dan Moyes bersama stafnya terlalu menyadari mereka sekarang melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengelakkan penelitian yang cermat yang bisa diprediksi akan menyertai penampilan para pemain muda di masa datang.

"Akan ada pembandingan yang tak terelakkan yang dibuat antara James dan Wayne Rooney karena usia mereka dan posisi yang mereka mainkan," kata Alan Irvine, asisten manajer Everton.

"Tetapi hanya waktu yang akan menunjukkan apakah James bisa seberhasil Wayne meski kami jelas berharap ia bisa.

"Mereka pemain dengan tipe yang berbeda, James menyukai permainan langsung menuju pertahanan sementara Wayne memilih untuk bermain di belakang dan beradu kecepatan dengan pemain lainnya. Tetapi James sangat tegap, secara fisik pemain dan Anda melihat itu dari salah satu tantangan pertamanya atas Darren Powell.

"Ini adalah perkembangan yang mengagumkan dari dia karena ia hanya berlatih dengan pemain lainnya sekitar 10 kali sejak ia datang dari akademi tetapi ia sudah membuat terkesan. Kami menyukai apa yang kami lihat dan kami mengambil keputusan pekan ini untuk mamasukkan dia pada seluruh persiapan pra-pertandingan kami.

"Dan, seperti kebanyakan pemain muda, ia hanya mendapat peluang hanya jika pemain lainnya tidak bisa tampil dan timnya sudah bermain terus-menerus sampai batas."

Irvine menambahkan: "Kami mengatakan padanya pada pagi saat pertandingan ia mungkin akan berada di bangku cadangan kemudian kami akan mempertimbangkan apakah akan memasukkan dia atau mengambil resiko urat-urat lutut James McFadden.

"Satu-satunya pemain lain yang benar-benar melompat dari akademi masuk ke tim utama adalah Wayne, tetapi James telah diberi peluang dan ia menggenggamnya dengan kedua tangannya.

"Ia mempunyai ketangkasan untuk mencetak gol apakah itu untuk pemain cadangan, tim remaja, Inggris di bawah 17 tahun atau tim utama hari ini (Minggu) dan golnya menunjukkan betapa agresifnya dia di dalam kotak penalti."

Diperkenalkan pada menit ke-74, Vaughan membuat rekor ketika ia melangkah ke dalam lapangan dengan memecahkan rekor Joe Royle sebagai pemain termuda Everton, 16 tahun 282 hari.

Dan tiga menit sebelum pertandingan berakhir ia menutup penampilanya yang tegas dengan menyelesaikan setelah menyapu gerakan tiga orang ketika ia menyambut umpan dari Kevin Kilbane.

Sebelumnya, tendangan bebas Mikel Arteta dan dua dari pemain tengah Australia Tim Cahill telah membuat tuan rumah Everton dalam kontrol yang lengkap.

Iain Dowie, manajer Crystal Palace, frustrasi setelah sebuah kemunduran yang meninggalkan tim asal London itu berada di posisi kedua dari bawah dan menghadapi pertandigan kandang yang penting melawan klub Norwich City, Sabtu.

"Kami menciptakan banyak peluang tetapi kami perlu untuk menghabisi tim-tim dan belajar bagaimana untuk mengakhiri peluang-peluang itu," kata Dowie. "Kami mendapat tiga peluang bagus untuk kembali ke pertandingan tetapi kami tidak mengambil satu diantaranya.

"Kami akan mempertajam aksi kami melawan Norwich jika kami ingin mendapat sesuatu dari pertandingan itu.

"Saya tidak bisa mengerti penampilan kami di babak kedua dan saya berharap akan banyak kebanggaan yang susut dan kemarahan mengaduk-aduk perut mereka di ruang ganti saat ini." (*/lpk)