< >

10 Tahun Lagi Pariwisata Kemungkinan Bebas Fiskal

Selasa, 12 April 2005 08:38
Kapanlagi.com - Bebas fiskal dimungkinkan akan dilakukan 10 tahun mendatang menyusul masih besarnya kebutuhan devisa dari sektor pariwisata, tegas satu pejabat tinggi negara.

Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), mengatakan bagi negara Asean [di luar Indonesia] lainnya kebijakan penerapan bebas fiskal di Indonesia merupakan win-win solution.

Namun jika Indonesia melakukan hal itu, menurut dia potensi pendapatan triliunan rupiah akan hilang.

"Indonesia masih butuh devisa dari sektor wisata. Untuk itu, rencana bebas fiskal baru direalisasikan sekitar 10 tahun mendatang," tegasnya di sela-sela pembukaan Surabaya Orchid Show 2005 di gedung WTC Surabaya, pekan lalu.

Selain itu, lanjutnya, negara lain yang menerapkan kebijakan bebas viskal akan terus gencar menyuarakan hal tersebut karena dari sisi pendapatan mereka sudah untung.

Sebaliknya Indonesia sendiri di sektor wisata masih loss, kalau fiskal dibebaskan tentu kunjungan keluar negeri tidak terkendali. "Padahal, kita menginginkan kalau orang Jogya bepergian seharusnya ke Surabaya atau ke daerah lainnya, bukan malah keluar negeri," paparnya.

Wacik juga mengungkapkan belum dibebaskan fiskal keluar negeri ini bukan berarti tidak bisa memperluas wawasan bangsa terhadap dunia luar. Alasannya, untuk menggali wawasan bisa sekolah di perhotelan dan tidak harus berkunjung keluar negeri.

Sementara untuk menutupi kerugian di sektor wisata, menurut Wacik pemerintah terus aktif mempromosikan potensi wisata ke seluruh dunia, yang pada 2005 dananya dianggarkan mencapai US$18 juta untuk promosi wisata.

Untuk negara tujuan promosi, dia menjelaskan akan terus dilakukan pada negara tujuan wisata yang potensial seperti Timur Tengah, India dan Cina. Sementara negara lainnya, seperti Australia juga segera diagendakan.

Sebelumnya Menbudpar juga mengatakan pemerintah tahun ini menargetkan dapat meraih US$6 miliar dari sektor pariwisata di tanah air. (bis/erl)