"Untuk pertama kali penandatanganan nanti akan komprehensif karena sekaligus mencakup politik, keamanan, sosial politik dan investasi," kata Menperdag Mari, kepada pers, di Jakarta, Sabtu (23/04).
Mari mengemukakan hal itu bersama Mentan Anton Apriyantono usai sarapan pagi bersama dengan sejumlah delegasi G-33 yang berada di Jakarta untuk mengikuti KTT AA.
Senin mendatang (25/04), menurut rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Presiden Cina Hu Jintao, termasuk di dalamnya pemberian bantuan US$400 juta di tambah US$300 juta.
Menurut Mari, dari sisi ekonomi arah kerjasama itu adanya keinginan ke dua negara untuk meningkatkan investasi mengingat masing-masing negara mempunyai kepentingan yang bisa saling melengkapi.
"Cina misalnya mempunyai mesin-mesin untuk pengolahan sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang bisa diolah," katanya.
Sementara Mentan Anton mengatakan, saat ini sudah ada satu perusahaan Cina, CAMC, yang ingin menanamkan modal di Indonesia untuk sektor pertanian, khususnya pengolahan minyak kelapa sawit (CPO).
"Kita tentu menyambut baik keinginan investor Cina tersebut mengingat investor itu ingin bermitra dengan perusahaan lokal di Indonesia," kata Mentan.
Ditanya mengenai kapan investor Cina itu akan beroperasi di Indonesia, Mentan mengatakan, "secepatnya".
Sebelumnya, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan delegasi Cina dalam pertemuan di KTT AA menjanjikan untuk menanamkan modal di Indonesia senilai US$10 miliar di sektor pertanian, infrastruktur dan sumber daya alam.
"Pihak swasta Cina akan investasi sekitar US$10 miliar di bidang pertanian, infrastruktur dan sumber daya alam. Mudah-mudahan bisa tahun ini," katanya.
Selain itu, Aburizal juga mengatakan Pemerintah Cina juga berjanji untuk memberikan bantuan senilai US$700 juta kepada Indonesia yang perjanjiannya akan ditandatangani Senin (25/04).
Aburizal juga mengharapkan nilai investasi Cina di Indonesia akan terus bertambah dengan semakin membaiknya hubungan kerjasama di kedua negara sehingga bisa menyamai nilai investasi yang telah dilakukan Jepang.
"Kita harapkan investasi perusahaan Cina di sini lebih besar lagi. Seperti Jepang setiap tahun ada investasi sekitar US$1,2 miliar," katanya.
Sebelumnya Presiden Cina Hu Jintao dalam pidatonya mengatakan kerjasama berbagai bidang sesama negara Asia-Afrika (AA) harus lebih kuat mengingat banyak peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan para pebisnis di kawasan itu. (*/lpk)