< >

Ekspor Kerajinan Bali ke Malaysia Turun 46%

Sabtu, 23 April 2005 22:35
Kapanlagi.com - Ekspor aneka barang kerajinan bernilai seni dari Bali ke Malaysia melorot hingga 46% dari bernilai US$387 ribu Januari 2005 menjadi hanya US$209 ribu bulan berikutnya.

Tidak diketahui pasti berkurang realisasi perdagangan barang souvenir ke negeri jiran itu apakah akibat adanya pergolakangan politik kedua negara bertetangga itu atau situasi lainnya, kata sejumlah eksportir Bali, Sabtu (23/04).

Pemerintah Malaysia belakangan ini gencar menertibkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal untuk dikembalikan ke Indonesia serta adanya sengketa yang sedikit memanas terhadap masalah perairan pada perbatasan kedua negara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Nengah Artawayasa mengakui, realisasi ekspor barang kerajinan ke Malaysia di awal 2005 berkurang, namun kondisi itu belum bisa mencerminkan perdagangan itu selama 2005.

Perdagangan aneka barang nonmigas ke Malaysia bisa saja kembali normal pada pertengahan hingga akhir tahun, seperti pengalaman selama ini, perdagangan ke negeri tetangga itu gencar pada akhir tahun dan melonjak cukup berarti.

Perdagangan ekspor ke Malaysia naik rata-rata 20% selama lima tahun terakhir ini, bahkan periode 2004 naik 25% menjadi bernilai US$3 juta dari tahun sebelumnya hanya seharga US$2,4 juta, kata Artawayasa.

Ia mengatakan, sejumlah pengusaha muda Bali, kini menjajagi pemasaran aneka barang kerajinan buatan masyarakat dan komoditi nonmigas lainnya dengan mitra kerjanya Ke Malaysia, karena potensi untuk itu sangat besar.

Malaysia tertarik untuk bisa mendatangkan langsung aneka barang kerajinan dari Bali untuk souvenir bagi turis asing yang berlibur ke negeri itu, kata Made Sudimara, seorang pengusaha Muda Bali di Denpasar.

Ia dengan sejumlah pengusaha muda Bali lainnya sudah terbang ke Malaysia beberapa waktu lalu, sebagai kunjungan balasan dari pengusaha Malaysia yang tertarik untuk bisa membeli langsung aneka kerajinan Bali akhir Desember 2004.

"Kami pengusaha muda terbang ke Malaysia untuk beberapa hari menjajagi pasar baru sehingga mengetahaui sejak dini, barang kerajinan jenis apa yang cocok bagi konsumen di negeri tetangga itu," kata dia.

Malaysia yang memiliki banyak lokasi wisata menarik bagi turis mancanegara, sangat potensial untuk dijadikan pasar aneka barang souvenir buatan perajin Bali, hanya saja jenis yang bagaimana yang diperlukan pasar setempat dan berapa harganya.

"Kataristik pasar yang perlu diketahui sebelum mengirimkan barang ke negeri itu," katanya sambil menyebutkan Bali siap memenuhi permintaan konsumen luar negeri karena perajin yang sudah biasa memproduksi barang sesuai permintaan.

Namun ia belum berani memastikan cerah tidaknya pasar aneka barang kerajinan Bali di Malaysia dengan adanya pergolakan politik kedua negara belakangan ini, tetapi diharapkan hal itu tidak akan menganggu hubungan bisnis tersebut. (*/lpk)