< >

IGT Akan Tetap Bangun Kilang Minyak di Parepare

Sabtu, 23 April 2005 23:02
Kapanlagi.com - PT. Inter Global Technologies (IGT) asal Texas, Amerika Serikat, tetap akan merealisasikan rencananya membangun kilang minyak di kota Parepare, Sulawesi Selatan dengan investasi sekitar US$3,5 miliar atau Rp31,5 triliun.

Walikota Parepare, Drs. H. Zain Katoe menjelaskan di Parepare, Sabtu, pembangunan mega proyek pengolahan minyak yang memanfaatkan areal lahan seluas 1.000 hektar itu diharapkan dimulai sebelum akhir tahun 2005 ini, setelah pemetaan lokasi dan penelitian Amdalnya rampung dikerjakan.

Proyek yang dikerjasamakan dengan pemodal nasional PT. Intanjaya Agromegah Abadi (IAA) Jakarta dan mitra usaha PT. Pares Bandar Madani, Parepare, nantinya akan mempekerjakan sekitar 5.000 tenaga kerja lokal.

Akhir-akhir ini berkembang informasi di masyarakat bahwa proyek patungan yang melibatkan pengusaha asal Amerika dan Jakarta itu bakal tetunda bahkan batal dibangun namun pemerintah setempat tetap yakin bahwa investor itu sangat serius untuk mewujudkan proyek raksasa tersebut.

Zain Katoe mengatakan bahwa ia bersama beberapa pejabat instansi terkait pekan lalu telah meninjau lokasi pembangunan kilang minyak yang terletak di bagian selatan Kota Parepare.

Bukti keseriusan investor untuk merealisasikan proyeknya ini terlihat dari pengeluaran biaya pra pelaksanaan pembangunan yang telah mencapai miliaran rupiah mulai dari pengurusan administrasi, studi kelayakan dan penelitian Amdal hingga pembahasan skedul waktu pembangunannya.

Proyek yang dibangun ditempat kelahiran Presiden ketiga RI, Prof. BJ.Habibie ini awalnya akan dibangun tujuh tahun lalu namun karena Indonesia dilanda krisis ekonomi, proyek itu ditunda.

Kilang minyak Parepare yang akan mengolah minyak mentah dari Arab Saudi ini akan melayani kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Asia Pasifik yang masih termasuk kawasan sedang berkembang, yang banyak membutuhkan BBM jenis kerosene dan solar (middle distillate) sekaligus membantu membangkitkan perekonomian daerah.

Parepare dipilih menjadi lokasi kilang tersebut karena faktor kedekatan akses distribusi minyak mentah dari Timur Tengah yang akan diolah pada kilang itu, kemudian disebarluaskan ke kawasan Asia Timur dan Pasifik. Tanker minyak mentah berukuran besar ULCC (Ultra Large Cargo Carrier/ULCC) berkapasitas 500.000 dwt, dapat melalui selat Makassar dan singgah di Parepare.

Kapasitas kilang minyak yang akan dibangun secara bertahap selama 48 bulan ini mencapai 300.000 Barrel Per-Stream Day (BPSD) termasuk kapasitas penunjang seperti dermaga pelabuhan, perumahan, pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya.

Keuntungan dari proyek ini, kata Zain Katoe, adalah memberikan efek berganda (mulplier effect) bagi perekonomian daerah bahkan ekonomi nasional, karena 30 persen dari nilai investasi itu merupakan pengadan barang dan jasa domestik serta mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan meletakkan batu pertama pembangunan kilang tersebut bila semua persiapan sudah rampung dikerjakan. (*/lpk)