< >

PNG Berminat Beli Beras dari Papua

Minggu, 24 April 2005 08:02
Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Daru, Papua Nugini (PNG) menyampaikan minatnya membeli beras produksi petani di Kabupaten Merauke, Papua untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk di negara tetangga itu.

Kepala Sub Devisi Regional (Kasubre) Kabupaten Merauke, Ahmad Kastella,SE mengatakan di Jayapura, Sabtu (23/04), minat membeli beras Merauke itu disampaikan langsung oleh Gubernur Daru yang datang ke Merauke dua pekan lalu.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Daru menyampaikan penawaran untuk memasok beras dari Merauke karena selain mutunya bagus juga hubungan transportasi yang lebih dekat.

"Kami bersedia mengirim beras ke PNG khususnya Provinsi Daru, namun harus ada kerjasama resmi seperti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah RI khususnya Pemprov Papua dengan Pemprov Daru agar kelak tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan ke dua pihak," kata Kastella.

Ia juga mengatakan, kunjungan Gubernur Daru ke Merauke sekaligus menyampaikan niatnya membeli beras lokal itu telah disampaikan langsung kepada Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Provinsi Papua di Jayapura, Indra Suyanto agar ditindaklanjuti.

Dia mengemukakan, rata-rata produksi beras petani Merauke yang dibeli Dolog sebanyak 12.000 ton/tahun, namun kapasitasnya menurun sehingga hanya Ssebanyak 8,0 ribu ton beras untuk diantar-pulaukan maupun di kirim kepada penduduk di Timika dan Wamena di Kabupaten Jayawijaya.

"Jumlah ini lebih cukup bila dikirim ke Daru, bahkan bila kurang, akan didatangkan dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk diekspor ke PNG, tetapi tergantung pada keinginan pemerintah Provinsi Daru sendiri," ujarnya.

Jarak antara Merauke dan Daru hanya memakan waktu 30 menit dengan pesawat terbang jenis cessna atau delapan jam dengan kapal laut. Merauke dan Daru memiliki kesamaan budaya.

Kadivre Papua Indra Suyanto yang dikonfirmasi secara terpisah menyambut baik rencana Gubernur Daru, yang datang ke Merauke untuk mengajukan penawaran pembelian beras lokal produksi masyarakat setempat, namun semua tergantung pada perjanjian resmi antara kedua negara (PNG dan RI-Red) agar hubungan yang baik terus berjalan dan saling menunjang.

Sebab, menurut Indra kebutuhan beras tidak hanya dari Merauke melainkan didatangkan dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk diekspor ke Daru, asalkan pemerintah PNG menseriusinya.

"Bila transaksi beras itu berjalan baik tidak menutup kemungkinan dijalin kerjasama pengembangan usaha yang saling menguntungkan antara RI dan PNG," tambah Indra Suyanto. (*/lpk)