Kecelakaan ini merupakan yang terburuk di Jepang selama empat dekade terakhir.
Rangkaian kereta itu keluar rel di kota Amagasaki dekat Osaka, sekitar 410 kilometer sebelah barat Tokyo. Dalam kecelakaan itu, dua gerbong pertama menghantam sebuah gedung.
Perusahaan yang mengelola kereta api tersebut menyatakan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan.
Beberapa penumpang mengatakan, kereta itu terasa berjalan terlalu cepat, kemudian berguncang sebelum keluar rel.
"Kereta itu melewati batas berhenti di stasiun kereta di belakang lokasi kecelakaan. Saat itu, kereta lalu mundur sedikit. Saya pikir, masinis sedang terburu-buru karena kereta saat itu terlambat dari jadwal," tutur seorang penumpang yang selamat kepada sebuah stasiun televisi Jepang.
'Terjebak'
Operator kereta tersebut, West Japan Railway memastikan bahwa masinis memang melewati batas berhenti di stasiun sebelum lokasi kecelakaan, dan saat ini mereka sedang menyelidiki kecelakaan tersebut.
"Prioritas saat ini adalah menyelamatkan penumpang," tutur pemimpin perusahaan kereta tersebut, Takeshi Kakiuchi kepada wartawan.
Kecelakaan itu terjadi pukul 09.20 waktu setempat, atau 00.20 GMT, tidak lama setelah waktu puncak perjalanan pagi itu.
Beberapa orang masih terjebak di dalam rongsokan kereta, tiga jam setelah kecelakaan, dan beberapa laporan menyebutkan, luka-luka juga dialami pejalan kaki di dekat lokasi kecelakaan.
Korban yang selamat menuturkan, situasi dalam kereta sangat kacau, segera saat kereta mulai bergoncang dan kemudian keluar rel.
"Sekitar 10 orang terkapar di lantai kereta dan tidak bergerak," tutur seorang penumpang kepada kantor berita AFP. (bbc/lpk)