Menjelang malam, lebih dari 30 jam setelah kecelakaan, petugas pertolongan masih berusaha mencari sekitar lebih dari sepuluh orang yang terperangkap di reruntuhan namun tidak ada tanda-tanda bahwa mereka masih hidup.
"Para petugas terus melakukan pencarian dan berharap bahwa mereka masih hidup," kata petugas pemadam kebakaran. "Gerbong agaknya benar-benar rusak berat. Jadi, sulit mengatakan sesuatu yang nyata."
Dua wanita dan seorang pria dikeluarkan dari himpitan besi hari itu, dan mereka ternyata masih hidup.
Para penyelidik saat ini terfokus pada kecepatan kereta yang sarat dengan penumpang itu saat kereta tersebut tergelincir dari rel di pinggiran sebelah barat kota Osaka. Alat transportasi umum itu juga menghantam apartemen setelah jam sibuk pada pagi hari.
Polisi sedang menyelidiki kemungkinan kelalaian lewat kotak dokumen dari kantor perusahaan kereta api itu, JR West.
Pimpinan JR West Takeshi Kakiuchi dan dua staf papan atasnya kemungkinan akan mengundurkan diri sebagai tanggung-jawab atas musibah itu, yang juga mencederai lebih dari 440 orang, kata harian bisnis Nihon Keizai Shimbun.
"Saya merasa bertanggung-jawab atas kecelakaan ini," kata Ketua JR West, Shojiro Nanya, yang juga diperkirakan akan mengundurkan diri, dalam jumpa pers.
Warga menyandarkan bunga ke pagar dan berdoa untuk para korban ketika para penyelidik melakukan inspeksi dan memfoto lokasi kecelakaan.
Televisi menayangkan seorang pria berjongkok dan menangis di luar gedung olahraga, tempat mayat-mayat dijejerkan.
"Saat menyaksikan laporan berita pagi hari, saya perlahan-lahan menjadi marah dan ingin tahu apa yang harus dilakukan," ujar pria setengah baya yang kehilangan istrinya kepada para wartawan.
"Masinisnya masih muda dan saya ingin tahu soal pendidikannya," tambah pria itu.
Tim penyelidik mengatakan sebab kecelakaan masih belum jelas, namun mereka yang selamat di antara 580 penumpang, juga kondektur kereta api, mengatakan mereka yakin laju kereta lebih cepat ketimbang biasanya setelah jadwalnya telat.
Nasib masinisnya, yang berusia 23 tahun dan berpengalaman 11 bulan, belum diketahui dengan pasti namun kantor berita Kyodo mengatakan pria berseragam yang diyakini sebagai masinis telah ditemukan.
Menurut Kyodo, masinis tidak menanggapi panggilan petugas pertolongan.
Kecelakaan kereta api itu merupakan yang terburuk di Jepang sejak tahun 1963 ketika sekitar 160 orang tewas akibat tabrakan kereta di Yokohama, dekat Tokyo, dan paling gawat sejak jaringan perkereta-apian Jepang diswastakan tahun 1987.
Kecelakaan itu juga merupakan tamparan bagi kesan efisien sistem perkereta-apian Jepang, yang bangga karena memiliki panjang rel 27.000 kilometer dan mampu mengangkut lebih dari 20 miliar penumpang tiap tahun.
Namun sementara kecelakaan kereta api relatif jarang terjadi, kereta penumpang yang lain menabrak truk di lintasan kereta timurlaut Tokyo hari Selasa. Kecelakaan itu mencederai pengemudi truk, namun tidak ada penumpang kereta yang terluka.
"Jika hal itu membuat perusahaan tersebut melalaikan tanggung-jawab soal keselamatan, maka itulah masalahnya," kata harian Yomuri Shimbun dalam tajuknya. (*/lpk)