"PSV merupakan tim yang bagus dan kami memperoleh hasil yang baik. Tetapi kami tidak boleh terlalu percaya diri, pertandingan kedua akan jauh lebih sulit," kata Ancelotti. "Kami tampil bagus pada babak pertama tetapi tidak pada babak kedua. Setelah istirahat, kami telalu fokus pada pertahanan dan serangan balik. Kami beruntung dapat memperoleh hasil yang luar biasa dalam pertandingan tadi."
Setelah gol Andriy Shevchenko membawa Milan memimpin, sebuah tembakan pada menit terakhir dari striker Denmark, Jon Dahl Tomasson membuat klub juara bertahan Liga Serie A Italia itu bisa bernafas lega sebelum partai kedua pekan depan karena PSV beberapa kali hampir saja menyamakan kedudukan.
"Kunci dalam pertandingan melawan PSV adalah bagaimana menjaga ritme permainan. Mereka tidak memiliki banyak pemain yang dinamis, tetapi ketika mereka menggunakan kecepatan mereka, kami benar-benar direpotkan. Dalam hal kualitas, AC Milan jelas berada pada level superior tetapi pada pertandingan seperti ini, pengalaman sangat berpengaruh - juga keberanian dan kepribadian."
"Penampilan mereka seharusnya tidak berbuah kekalahan 2-0, tetapi apa boleh buat," tandasnya. Ancelotti merasa sangat positif ketika timnya mampu menekan PSV pada babk pertama, bahkan berhasil memimpin ketika Striker asal Ukraina Andriy Shevchenko mencetak gol pada menit ke-42.
"Pada babak pertama kami menampilkan permainan terbaik kami sepanjang musim, tetapi kami tidak boleh gembira dulu karena masih ada pertemuan kedua. Kami terus berada dalam tekanan dan kami juga harus memikirkan partai lanjutan Seria A dengan Fiorentina, Sabtu," ungkap pelatih Milan yang memuncaki Serie A Italia bersama rival abadinya, Juventus.
"Kami telah membakar kue, sekarang kami tinggal menghiasnya. Kami harus mempersiapkan diri kami dengan baik untuk pertandingan tandang dan kami harus mempelajari bagaimana mereka merepotkan kami pada babak kedua."
Gelandang AC MIlan asal Belanda, Clarence Seedorf yang harus bertarung dengan kapten PSV, Mark van Bommel, mengakui bahwa timnya beberapa kali dinaungi keberuntungan. "Tanpa keberuntungan, Anda tidak akan mendapat apa-apa dari pertandingan tadi," ujarnya.
"Kami telah menciptakan banyak peluang pada babak pertama tetapi mereka bermain sangat baik dan semakin baik sesudah jedah. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa bermain," katanya. Sementara itu gol pemain pengganti Tomasson pada menit ke-90 bisa menjadi sangat menentukan.
Tetapi penyerang Denmark yang mencetak gol terakhir di Liga Champions ketika berhadapan dengan Ajax pada babak perempat final dua tahun lalu, memilih untuk bersikap rendah hati setelah pertandingan tadi. "PSV bermain luar biasa, kedua tim menciptakan banyak peluang, kami tidak bermain maksimal pada hari ini tetapi secara umum tim-tim Italia selalu menghadapi msalah saat menghadapi tim-tim dari Belanda."
"Anda tahu saat menghadapi Ajax dua tahun lalu - kami memang menang tetapi kami harus berjuang keras dulu," kata Tomasson. (*/tut)