Thierry Hadang Striker Wales dalam Perebutan Sepatu Emas

Kapanlagi.com - Striker Arsenal Thierry Henry masih memimpin perebutan penghargaan Sepatu Emas sebagai top skor di liga Eropa musim ini, meskipun dia memiliki sembilan gol lebih sedikit dari Marc Lloyd-Williams yang bermain pada klub Total Network Solutions di Liga Utama Wales.

Lloyd-Williams mengumpulkan 34 gol di liga utama semi profesional musim ini, sedangkan Henry mengumpulkan 25 gol. Liga Utama Wales adalah divisi utama dari asosiasi nasional Wales, Lloyd-Williams memenuhi syarat mendapat sepatu emas versi majalah olahraga Eropa, tapi dia hanya menempati posisi ke-13 karena liga yang diikutinya dianggap tidak terlalu ketat.

Jumlah gol yang dihasilkan oleh pemain-pemain divisi utama di Spanyol, Italia, Jerman, Perancis dan Inggris akan dinilai ganda guna menentukan skor untuk penilaian sepatu emas, karena menggambarkan kesulitan mencetak gol dalam liga tersebut.

"Kamu harus patuhi aturannya. Setiap orang bermain pada levelnya masing-masing. Henry dan Ronaldo bermain melawan pemain kelas dunia lainnya," kata Lloyd-Williams. Merujuk ke sistem tersebut, maka peraih sepatu emas tahun lalu, Tierry Henry, berada di puncak dengan 50 poin. Sedang striker FC Nuremburg, Marek Mintal, di tempat kedua dengan 44 poin dari 22 gol yang dihasilkannya di Bundesliga.

Striker Barcelona Samuel Eto`o bersama striker AS Roma Vincenzo Montella di tempat ketiga dengan mengumpulkan 42 poin dari 21 gol yang dihasilkan sampai saat ini. Jika Lloyd-Williams mendapat nilai dua kali lebih banyak dari Henry maka dia mungkin akan memimpin perebutan sepatu emas itu, namun hal ini mustahil karena kompetisi sepakbola di Wales berakhir Sabtu lalu.

Untuk mencetak 51 gol dalam satu kompetisi terdengar sulit tapi Lloyd-Williams hampir mencapai prestasi itu di saat terakhir ketika ia pencetak gol papan atas Eropa dengan 47 gol untuk klub papan atas Wales, Bangor City, tahun 2001/2002.

"Sangat menyenangkan untuk merebut sepatu emas dan tiap tahun saya akan mencoba untuk memimpin poin dalam top skor dan gol. Untuk menghasilkan 50 gol dalam 34 pertandingan cukup sulit. Kami bermain lebih sedikit dari Inggris atau Spanyol dan jika saya memiliki empat pertandingan tambahan mungkin saya akan melakukannya."

"Mungkin mereka harus mengupayakan menambah jumlah pertandingan tapi jalan manapun yang mereka upayakan akan mendapat ketidaksesuaian," katanya. Sistem ranking tersebut juga menghambat pemain Liga Wales lainnya, Tony Bird, yang menghasilkan 42 gol untuk Barry Town di tahun 1996/1997.

Penghargaan itu diberikan oleh sejumlah media sepakbola terkemuka di Eropa, termasuk Gazzetta dello Sport dan Voetbal International, yang tidak memiliki hubungan dengan UEFA. Chris Templeman dari Voetbal International mengatakan, lebih sulit untuk mencetak gol di kompetisi-kompetisi itu maka wajar diberi penghargaan bagi pencetak gol.

Menurut dia, akan lebih menarik perhatian setiap orang dan ESM ingin pemenangnya nama besar, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Marc Lloyd-Williams. Klub tersebut dinamakan TNS setelah sebuah perusahaan komputer mengambil alih dan bermain di Llansantffraid yang berpenduduk sekitar 1.000 jiwa, terletak di perbatasan Wales dan Inggris.

Total Network Solutions mengambil alih FC Llansantffraid tahun 1997 dan kabar terakhir klub tersebut bergabung dengan tetangganya, FC Oswestry Town yang bermaskas tak jauh dari perbatasan Inggris. Mereka berencana untuk membangun 3.000 tempat duduk baru di stadion Oswestry.

TNS, yang memenuhi kualifikasi untuk kompetisi UEFA selama enam kali, akan mempersiapkan markas di Inggris dan bermain di Liga Utama Wales setelah perpanjangan negosiasi antara organisasi sepakbola Wales dan UEFA. Bagaimanapun, meski secara fisik bermain di Inggris namun tidak akan menolong Lloyd-Williams sepanjang dia masih bermain di Liga Utama Wales.

Pemain dari negara lain seperti Portugal dan Belanda juga terkena aturan tersebut. Pemain Sporting Lisbon, Liedson, mencetak 25 gol namun setiap gol dinilai 1,5 kali untuk menentukan sepatu emas. Henry saat ini tengah menderita cedera paha dan mungkin tidak akan bermain lagi di musim ini, memberikan kesempatan bagi saingannya kecuali Lloyd-Williams untuk merebut sepatu emas. (*/tut)

©2003-2007 KapanLagi.com