Menurut Iman Sugema, peneliti senior Indef, saat ini pasar finansial mengalami over likuditas, sementara di sektor riil terjadi kekurangan dana baik untuk investasi maupun untuk pengembangan usaha. Mestinya pemerintah dan BI menciptakan kebijakan yang mengarah pada bergeraknya sektor riil.
"Jika sektor riil kita kuat, maka nilai tukar rupiah akan lebih stabil," jelasnya dalam dialog dengan radio Jakarta News FM pagi tadi.
Iman mengatakan kebijakan suku bunga dan kebijakan nilai tukar sebenarnya sangat tergantung oleh kebijakan apa yang akan ditempuh baik oleh otoritas fiskal maupun moneter.
"Kalau asumsi APBN dibuat hanya sekedar asumsi, itu salah. Karena nilai tukar dan suku bunga SBI akan kemana bergerak sangat tergantung pada kebijakan apa yang akan dibuat." (*/erl)