"Informasi terima dari LSM Yayasan Citra Mandiri (YCM) yang terlibat dalam penanganan pengungsi di Dusun Goisoka Oinan menyebutkan 25 warga di pengungsian diobati tim medis karena terserang gejala malaria yakni muntaber, deman dan mencret," ujar Direktur Eksekutif LSM Walhi Sumbar, Agus Teguh Prihartono.
YCM merupakan LSM jaringan Walhi Sumbar bersama dengan LSM Conservation International (CI) Tanam Nasional Siberut (TNS) dan mahasiswa Mentawai, terlibat dalam penanganan pengungsi pasca gempa di kepulauan berjarak sekitar 100 mil laut arah barat kota Padang itu.
Menurut Teguh yang didampingi Menejer Program Walhi Sumbar, Khalid Syaifullah, penyakit malaria dikhawatirkan terus mengancam warga di pengungsian jika pasokan air bersih masih sulit didapat, apalagi Mentawai tercatat sebagai salah satu daerah endemis malaria.
Ia menjelaskan, dari pendataan pihaknya jumlah pengungsi gempa di Dusun Goisoka Oinan mencapai 146 orang dan di Siberut Selatan mencapai 2.869 orang. Di Siberut Selatan para warga bertahan di 16 lokasi pengungsian pada daerah ketinggian, masing-masing di Desa Puro tiga lokasi, Desa Meileppet (5), Desa Munte (1) dan Desa Muara Siberut (6).
Terhadap warga di pengungsi, Walhi bersama YCM, CI, TNS, Unesco dan LSM kesehatan asing, Surfaid Internasional tengah melakukan program mitigasi berupa penanganan dampak pasca gempa dan isu tsunami. LSM-LSM ini juga membuka posko-posko di lokasi pengungsian dan menempatkan anggota serta sukarelawan untuk membantu penanganan pengungsi.
Teguh menjelaskan, kegiatan yang dilakukan dalam program mitigasi antara lain, membantu pengungsi, menggali kondisi dan kebutuhan pengungsi, berdiskusi dengan pengungsi mengenai gempa dan tsunami. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga di pengungsian membutuhkan pasokan air bersih, kelambu anti malaria, obat-obatan anti malaria serta sanitasi untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).
Serangan penyakit yang dikhawatirkan adalah malaria, apalagi sejumlah pengungsi telah mulai terjangkit gejala penyakit ini dan telah dapat ditangani bidan yang dikirim ke lokasi. Atas kebutuhan pengungsi, pihak Surfaid internasional mendatangkan lima ribu kelambu berinsektisida dan dibagikan kepada warga.
Sedangkan obat-obatan tengah diupayakan dari donatur melalui jaringan LSM-LSM yang terlibat dalam penangan pengungsi. Untuk penyediaan air bersih, dibutuhkan selang panjang dan beberapa unit pompa air untuk memasok air. "Peralatan ini diharapkan datang dari pemerintah," kata Teguh. (*/tut)