Soderbergh akan menguasai segi kreatif film-film arahannya dengan diproduksi dalam format high-definition melalui divisi HDNet Films dari pihak 2929 Entertainment yang berbasis di Dallas, Texas.
"Dari sudut pandangan konsumen, ini mengenai pilihan," kata mitra Todd Wagner dari perusahaan 2929 Entertainment. "Kami memberikan kesempatan pada orang mengambil keputusan, untuk pertama kalinya, jika mereka ingin keluar dari rumah atau tetap berada di rumah ketika film mulai diputar," tambahnya.
Proyek film digital pertama Bubble adalah kisah misteri pembunuhan dengan setting di kota terpencil di negara bagian Ohio. Film ini kini dalam tahap produksi. Sebelumnya Soderbergh telah dikenal dari film-film TRAFFIC dan ERIN BROCKOVICH.
Beberapa pengelola bioskop Amerika telah menyatakan keprihatinannya bahwa distribusi berskala besar itu dapat menurunkan hasil pendapatan di box office. Tetapi Soderbergh mengatakan bahwa industri film harus melangkah kedepan.
Belakangan ini pasaran DVD telah sangat kuat sehingga para sineas ingin lebih cepat memanfaatkannya guna memperoleh modal balik atas biaya produksi dan pemasaran film. Hingga kini, industri perfilman Hollywood telah mengurangi celah waktu antara peredaran film dan DVD tetapi tak melakukan distribusi serentak.
"Dari segi ekonomi, industri film pada umumnya menggunakan model yang sudah usang dan lebih parah dari itu, tak efisien," kata sang sutradara. "Pantas mengetahui jika ini akan berjalan lebih baik," tambahnya. (dis/dar)