"Inflasi bulan lalu disebabkan oleh naiknya harga sejumlah barang dan jasa," kata Kepala BPS Choiril maksum, kepada pers, di Jakarta, Senin (2/5).
Sebagai catatan, inflasi April 2003 mencapai 0,15% dan April 2004 sebesar 0,97%. Inflasi tahun kalender Januari-April 2003 sebesar 0,92% dan tahun kalender Januari-April 2004 sebesar 1,89%.
Menurutnya, Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama April 2005, antara lain cabe merah, kontrak rumah, tarif angkutan dalam kota, mie, susu bubuk, tomat sayur, tarif sewa rumah, tarif air minum, emas perhiasan, serta tarif angkutan antar kota dan tarif taksi.
Sedangkan komoditi yang turun harganya adalah beras, daging ayam ras, ikan segar, kentang, anggur, telur ayam ras, kangkung, wortel, dan bayam.
Pada April 2005 kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi adalah kelompok makanan jadi 0,10%; kelompok perumahan 0,17%; kelompok sandang 0,02%; kelompok kesehatan 0,01 persen; kelompok pendidikan 0,01%; kelompok transpor sebesar 0,07%.
"Sementara kelompok bahan makanan memberikan andil sumbangan deflasi sebesar 0,04%," katanya.
Secara nasional dari 45 kota IHK tercatat 32 kota alami inflasi dan 13 kota alami deflasi dimana inflasi tertinggi di Banda Aceh yang mencapai 4,45% dan inflasi terendah di Serang/Cilegon 0,03%.
Untuk Pulau Sumatera, kata Choiril, inflasi tertinggi di Banda Aceh 4,45% dan deflasi tertinggi di Lhokseumawe 0,44%.
Untuk Pulau Jawa inflasi terbesar di Malang 1,19% dan deflasi tertinggi di Tasikmalaya 0,33%.
Dikatakan Choiril, untuk luar Sumatera dan luar Jawa, inflasi tertinggi di Ambon 1,32% dan deflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin 0,12%. (*/dar)