Chelsea menaklukan Liverpool 1-0 di pertandingan Liga Premier pada pertandingan kandang dan tandang dan juga menang 3-2 pada perpanjangan waktu untuk merebut gelar Piala Liga di Cardiff pada akhir Febuari lalu.
Hasil imbang 0-0 pekan lalu pada pertandingan pertama babak semifinal memmecahkan catatan kekalahan itu dan kemenangan 1-0, Selasa, setelah gol Luis Garcia pada menit ke-4, menjadi sukses terbesar Liverpool musim ini, Hasil itu akan membawa mereka maju ke babak final di Istanbul pada 25 Mei melawan AC Milan atau PSV Eindhoven.
Setelah gol di menit awal, pendukung Liverpool mulai mendapat angin, meskipun mereka dihantui skenario yang sama seperti babak final Piala Liga.
Di babak final lalu, John Arne Riise membawa Liverpool memimpin pada 45 detik ketika wasit baru meniup peluit dimulainya. Keunggulan tersebiut bertahan hingga gol bunuh diri Steven Gerrard menyamakan kedudukan sebelum akhirnya Chelsea unggul 3-2 di perpanjangan waktu.
Gol yang menyamakan kedudukan Chelsea itu terjadi setelah tekanan yang bertubi-tubi dan pada pertandingan Selasa kemarin di Anfield kejadian sama kembali terulang.
Setelah gol Liverpool, tekanan Chelsea semakin meningkat. Sebuah gol bagi Chelsea dan hasil imbang 1-1 sudah cukup bagi tim asuhan Jose maurinho tersebut untuk melenggang ke babak final karena aturan mencetak gol di kandang lawan.
Tidak ada ruang untuk satu kesalahanpun, dan kali ini anak-anak Liverpool tidak membuat kesalahan.
Pertahanan Ketat
Hampir setiap Chelsea menekan, yang terus terjadi di sepanjang babak kedua, tujuh atau delapan pemain bertahan Liverpool berada di belakang bola, yang merusak alur serangan Chelsea.
Di jantung pertahanan Liverpool berdiri Sami Hyypia dan Jamie Carragher yang selalu memenangkan setiap duel bola -dari atas atau bawah.
Igor Biscan dan Dietmar Hamann bertarung habis-habisan di lapangan tengah dan malam itu semakin sempurna ketika Riise harus berlari 40 meter ke jantung pertahanannya dan menjegal Didier Drogba di dekat garis gawang.
Dan jika Chelsea berhasil lolos, Jerzy Dudek tampil tanpa cela dan hanya sekali pada detik-detik terakhir dia gagal membendung tembakan Eidur Gudjohnsen yang melebar.
Liverpool hanya kemasukan tujuh gol dalam 14 pertandingan Liga Champions sejak mengalahkan Graz AK di babak kualifikasi pada Agustus.
Mereka bahkan berhasil lolos dari lubang jarum dan lolos dari kualifikasi grup dengan gol Gerrard pada menit keempat ke gawang Olympiakos.
Siapapaun yang dihadapi tim asuha Rafael Benitez di babak final harus menyadari apa yang mereka butuhkan untuk menang - menaklukan lini pertahanan Liverpool. Tapi minimal pada musim ini di Eropa, mengalahkan lini pertahanan Liverpool benar-benar mudah dikatakan, namun sulit dilakukan. (*/erl)