< >

Striker PSIS Porras Dilaporkan ke PSSI

Rabu, 04 Mei 2005 21:51
Kapanlagi.com - Manajemen Deltras Sidoarjo akan melaporkan striker PSIS Semarang asal Argentina, Emmanuel De Porras ke Komisi disiplin (Komdis) PSSI karena melakukan aksi pemuklan terhadap pemainnya, Hilton Moreira.

"Saya akan laporkan Porras ke PSSI supaya pemain itu tidak boleh main selamanya di musim kompetisi tahun ini. Masak dipertandingan pertama bagi Porras itu sudah melakukan aksi pemukulan lagi," kata Manajer tim Deltras, Saiful Ilah usai timnya bertanding lawan PSIS di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu petang.

Dia menjelaskan, Porras baru saja terkena saknsi dari Komdis PSSI berupa larangan main tiga kali dan pertandingan lawan Deltras ini, merupakan pertama kali bagi Porras setelah bebas dari sanksi.

Tetapi, lanjut dia, dipertandingan pertama ini sudah melakukan aksi pemukulan terhadap pemainya. "Saya tidak terima dan akan melaporkan kepada PSSI," katanya menegaskan.

Pada pertadingan yang berakhir dengan angka 2-0 untuk tuan rumah ini, Porras melakukan aksi pemukulan terhadap Hilton Moreira menit ke-27 ketika mereka berebut bola di daerah pertahanan Deltras.

Akibat aksi tersebut pertandingan antara kedua tim yang disaksikan sekitar 22 ribu penonton tersebut sempat terhenti tiga menit karena protes pemain Deltras kepada wasit dan beberapa pemain deltras mengejar Porras.

Emmanuel De Porras mendapat sanksi dari Komdis PSSI berupa larangan main tiga kali dan denda Rp5 juta karena terlibat aksi perkelahian dengan pemain PSMS, Christian Gonzales ketika kedua tim ini bertemu di Stadion Teladan Medan beberapa waktu lalu.

Ketika pertandingan lawan Deltras ini terhenti, Porras langsung dipanggil pelatih Bambang Nurdiansyah untuk mendapatkan pengarahan, bahkan di jeda pertandingan yang bersangkutan mendapat pengarahan lagi agar jangan bersikap emosi.

Di babak kedua, memang penampilan Porras sudah tidak segarang di babak pertama, bahkan kemudian diganti oleh Khusnul Yakin.

Bambang Nurdiansyah yang dimintai komentarnya soal Porras, mengatakan, kalau nantinya Porras benar-benar mendapat sanksi dari PSSI, pihaknya akan minta kepada manajemen tim PSIS agar menambah pemain dua lagi untuk posisi striker.

"Terus terang kalau hanya dengan dua striker sangat riskan, apalagi kompetisi ini panjang dan jadwalya ketat," katanya sambil menambahkan selain Porras, PSIS hanya punya Indriyanto Nugroho dan Khusnul Yakin di lini depan.

Dia mengakui, selama Porras absen karena kena sanksi dari Komdis PSSI kemarin, pihaknya kebingungan melakukan ritasi pemain, bahkan Indriyanto dan Khusnul dipasang terus untuk empat kali pertandingan.

"Saya kira tambahan itu wajar karena memang kondisi tim memaksa seperti itu," katanya. (*/lpk)