Siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu menyebutkan, kasus tersebut ditemukan di Jawa Barat dan menurut Christine McNab dari WHO di Jenewa anak berumur 18 tahun terinfeksi virus polio yang berkaitan dengan wabah polio baru-baru ini di Afrika Barat.
Dikatakannya, setelah mengamati rangkaian genetika dari kasus di Indonesia, WHO yakin virus tersebut entah bagaimana berhasil masuk Indonesia melalui Laut Merah dimana kasus serupa juga dilaporkan dari Arab Saudi dan Sudan.
Oleh karena itu, katanya, untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan, maka negara harus memperkuat sistem pengawasan terhadap polio dan ketika virus itu terdeteksi langkah vaksinasi harus dilakukan dengan segera terhadap anak dibawah lima tahun.
"Hal ini sudah terjadi di Indonesia dan lima juta anak menjadi sasaran di kawasan yang lebih luas," katanya.
WHO bersama negara-negara lain, kata dia, perlu melanjutkan pemantauan lebih dekat terhadap cadangan virus polio seperti di Nigeria, India, dimana virus berasal.
WHO juga menilai perlu menggalang dana 50 juta dolar AS antara saat ini hingga akhir Juli 2005 untuk melakukan kampanye vaksinasi polio bagi anak di wilayah tersebut serta dibutuhkan dana tambahan untuk kegiatan yang sama sekitar 200 juta dolar tahun depan.
Polio adalah virus yang berkembang biak di air dan banyak menyerang anak-anak. Penyakit ini sangat mematikan bagi beberapa korbannya karena membuat sebagian tubuhnya lumpuh atau bahkan lumpuh total. (*/lpk)