CSKA pada pertandingan semifinal lainnya menundukkan tim Italia Parma 3-0, tapi klub Moskow itu tampaknya akan mengalami kesulitan dengan badan sepakbola Eropa karena kepala penjaga gawang Parma, Luca Bucci, terkena lemparan kembang api dari arah penonton tuan rumah.
Sementara terjadi konroversi di ibukota Rusia itu, terdapat drama menegangkan di stadion kecil Alkmaar. Satu gol dari pemain belakang Miguel Garcia dalam injury time perpanjangan waktu menjadikan Sporting melangkah ke final yang akan dimainkan di stadion mereka sendiri Jose Alvalade pada 18 Mei.
Tim Belanda itu merasa sudah cukup bebuat untuk melangkah ke final ketika pemain belakang Kew Jaliens memberikan keunggulan 3-1 bagi mereka malam itu dan 3-2 secara total, pada menit kesembilan perpanjangan waktu.
Tapi dalam klimaks yang mengherankan, gol yang dicetak GFarcia pada akhir perpanjangan waktu menjadikan skor akhir 3-2 untuk Alkmaar dan 4-4 secara total, tapi Sporting yang menang pada pertandingan pertama 2-1, lolos berdasarkan gol di kandang lawan.
Alkmaar, yang menjadi runner-up dari Ipswich Town dalam Piala UEFA 1981, menggebrak Sporting dengan gol pembukaan setelah pertandingan baru berlangsung enam menit. Pemain internasional Maroko Tarik Sektioui mendapat bola dan memberikan umpan silang kepada Sebastien Perez yang berhasil memperdaya kiper Ricardo.
Sporting menyamakan skor mendekati akhir babak pertama melalui striker asal Brazil Liedson, tapi kemudian Alkmaar memimpin malam itu dan menyamakan kor secara total ketika pemain pengganti Stein Huysegems mencetak gol menit ke-78. Pada menit 19 perpanjangan waktu, Jaliens mengubur harapan Belanda untuk melangkah ke final, ketika Garcia mencetak gol. (*/tut)