< >

CSKA Berharap Insiden Kembang Api Tak Pengaruhi Impian

Jum'at, 06 Mei 2005 13:13
Kapanlagi.com - CSKA Moscow berharap impian mereka untuk tampil dalam putaran final Piala UEFA tidak tersabotase dengan insiden bodoh yang dilakukan pendukung mereka yang melemparkan kembang api ke lapangan dan mencederai penjaga gawang Parma, Luca Bucci, saat berlangsung pertandingan semfinal Kamis malam.

CSKA mengalahkan tim dari Italia itu 3-0 dan berhak maju untuk pertama kalinya ke babak final kompetisi Eropa, namun kemenangan mereka itu diwarnai dengan cederanya Bucci, yang terkena lemparan kembang api di bagian kepalanya pada menit ke-20 pertandingan kedua semifinal yang amat menentukan itu.

Bucci terpaksa meninggalkan lapangan dan digantikan Sebastien Frey namun pelatih CSKA, Valery Gazzaev, menyatakan secara keseluruhan watak penonton pertandingan itu bagus. "Atmospir dalam stadion itu amat fantastik," kata Gazzaev.

"Saya gembira kami akan mewakili Rusia di putaran final kompetisi sepakbola Eropa. Ini merupakan hadiah bagi para veteran Perang Dunia II dalam Hari Kemenangan (Victory Day) pada 9 Mei. Saya merasa tidak terusik karena Parma tidak mengirim tim terbaik mereka melawan kami. Bahkan saya tidak tersinggung kendati mereka mengirim para pemain kanak-kanak mereka."

Pelatih Parma, Pietro Carmignani, tidak bersedia melancarkan kritik atas kembang api yang melayang ke lapangan dan ke kepala pemainnya itu. "Saya tidak akan mengulas itu. Saya tidak akan bicara tentang kembang api yang menerpa Bucci, hanya bicara tentang pertandingan. Saya ingin mengucapkan selamat kepada CSKA. Mereka membuktikan permainan mereka lebih baik dari kami," katanya.

UEFA benar-benar harus memikirkan masalah penonton yang selalu menimbulkan petaka dalam kompetisi musim ini. Badan sepakbola Eropa itu sebelumnya sudah melarang Inter Milan menggelar enam pertandingan di stadion mereka, setelah pada putaran kedua perempat final Liga Champions melawan AC Milan, April, ditunda karena pendukung Inter melemparkan benda-benda berapi ke lapangan.

Inter juga dikenai denda sebesar 300.000 Swiss francs (US$250.000). Setelah pertandingan tanda gol di Italia minggu lalu, tim Rusia yang bertanding Kamis malam, mendapat dua gol dari pemain tengah asal Brazil, Daniel Carvalho, yang mencetak gol pada menit kesembilan dan ke-53 sedangkan Vassili Berezoutski menambah gol ketiga.

Dengan kemenangan itu, berarti CSKA merupakan tim pertama Rusia yang maju ke final kompetisi Eropa sejak 1972 dan mereka akan bertemu di final dengan Sporting Lisbon pada 18 Mei, setelah tim Portugal itu menang dramatis melawan AZ Alkmaar di Belanda.

Gol yang diciptakan pemain bertahan Miguel Garcia pada saat "injury time" pada akhir perpanjangan waktu, membuat Sporting maju ke putaran final yang akan dimainkan di kandang mereka sendiri di Stadion Jose Alvalade. Tim dari Belanda itu merasa mereka sudah pasti maju ke final ketika pemain bertahan Kew Jaliens membuat angka menjadi 3-1 untuk kemenangan mereka.

Dan selisih angka untuk dua pertandingan menjadi 3-2, pada menit ke-19 perpanjangan waktu. Tapi terjadi klimaks amat dramatis, ketika Garcia melakukan sundulan dari pojok beberapa detik dari "injury time" pada perpanjangan waktu sehingga kedudukan menjadi 3-2 dan selisih angka (aggregate) menjadi 4-4.

Tapi Sporting, yang pada pertandingan pertama menang 2-1, dinyatakan menang karena unggul dalam pertandingan tandang. "Pertandingan amat berat. Benar-benar amat keras," kata penjaga gawang Alkmaar, Henk Timmer.

"Betul-betul menyakitkan dan menjadi hal terburuk kemasukan gol pada detik-detik akhir pertandingan," tambahnya. Alkmaar mengejutkan Sporting saat membuka gol ketika pertandingan baru berlangsung enam menit, melalui Sebastien Perez, tapi tim tamu menyamakan kedudukan melalui striker asal Brazil, Liedson.

Alkmaar kemudian memimpin lagi dan menyamakan selisih gol ketika pemain pengganti Stein Huysegems mencetak gol pada menit ke-78, sebelum akhirnya Jaliens mengubur harapan tim Belanda yang sudah sempar berdiri di tangga kemenangan itu.

Namun saat tim Belanda itu kandas harapannya untuk maju ke putaran final, Garcia terkena hantaman kembang api, yang dikhawatirkan CSK dapat menjadi sabotase untuk mengembangkan impiah mereka ke final Piala UEFA. (*/tut)