< >

Vaksinasi Tak Tuntas Picu Polio

Jum'at, 06 Mei 2005 13:33
Kapanlagi.com - Semakin meluasnya serangan virus polio di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat karena vaksinasi yang dilakukan selama ini tidak tuntas, padahal penyebaran virus tersebut akan sulit terdeteksi bila sejak awal penderita yang terserang virus tersebut tidak mendapatkan pengawasan lanjutan yang lebih memadai.

"Selama ini yang dilakukan pemerintah nampaknya hanya jargon untuk memberikan `image` kepada dunia bahwa kita sudah bebas polio. Padahal dengan percepatan jumlah penduduk yang cukup besar realitasnya sangat sulit untuk dikatakan bebas polio," kata anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, dr Anwar Turjana.

Saat menjabat Kepala Dinas Kabupaten Sukabumi, ia sempat mengusulkan kepada Depatemen Kesehatan agar vaksinasi polio tetap dilakukan meskipun Indonesia sudah masuk katagori bebas polio. "Sekarang kan terbukti, bahwa Indonesia khususnya Kabupaten Sukabumi belum bebas polio," katanya.

Ia menawarkan kepada pemerintah untuk kembali menggalakan pekan imunisasi nasional (PIN) di beberapa daerah yang rawan penyebaran virus polio. "Kita harus segera melakukan kerja besar untuk memerangi menjangkit lebih hebatnya virus tersebut, beberapa daerah yang sudah terdeteksi hendaknya segera diupayakan vaksinasi."

Berdasarkan pantauan, jumlah penderita polio di Kabupaten Sukabumi terus bertambah dengan area temuan yang semakin meluas. Hasil penelitian sementara Tim WHO, Dinas Kesehatan Jabar beserta petugas Puskesmas setempat menunjukkan bahwa penderita polio ternyata tidak hanya ditemukan di Kecamatan Cidahu, tetapi sudah merambah ke Kecamatan Bojonggenteng dan Kecamatan Cicurug.

Sedikitnya sudah lebih dari 10 orang yang positif terkena virus penyakit lumpuh layu itu. Lima diantaranya terjangkit virus P1 patogen yang dikatagorikan sebagai virus polio liar. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi terus melakukan pantauan terhadap serangan virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dr Buhono Thahadibrata M.Kes, mengatakan untuk memastikan berapa jumlah sebenarnya penderita polio, masih harus menunggu hasil laboratorium WHO.

Beberapa korban yang baru ditemukan terdapat di Desa Cipanengah Kecamatan Bojonggenteng dan Desa Cisaat Kecamatan Cicurug. "Untuk mencegah semakin meluasnya virus liar tersebut dalam kurun waktu sepuluh hari ini, pemerintah daerah telah melakukan vaksinasi di ketiga kecamatan itu. Sedikitnya 4.048 anak sudah mendapatkan vaksinasi polio." (*/tut)