< >

Lyon Berpesta Usai Rebut Gelar Perancis Keempat

Senin, 09 Mei 2005 11:11
Kapanlagi.com - Lyon tampil sebagai juara Perancis empat musim kompetisi beruntun setelah menundukkan Ajaccio 2-1 Minggu dan merebut gelar dengan menyisakan tiga pertandingan. The "Gones" bergabung dengan St. Etienne (1977-90) dan Marseille (1989-1992) sebagai klub Perancis yang empat kali beruntun memenangi kejuaraan.

Mereka juga menjadi tim ketiga setelah Reims dan Nantes yang merebut gelar dengan menyisakan tiga pertandingan. "Itu momentum yang amat emosional dan saya senang terhadap para pemain," katya pelatih Lyon Paul Le Guen. "Kami mencetak gol sejak awal kompetisi dan tidak pernah menyerha sejak awal hingga akhir, jadi itu amat memuaskan. Suasana malam ini amat fantastis dan itu merupakan musim kompetisi yang hebat."

Dia menolak berkomentar apakah dia akan kembali pada musim kompetisi mendatang. Setelah pemain asal Brazil Juninho menyelamatkan penalti menit 32, Sydney Govou mengurangi ketegangan fans tuan rumah dengan gol spektakuker yang tak dapat dihambat kiper Stephane Porato.

Tugas sulit menjadi makin berat bagi Ajaccio ketika Mamadou Seck dikeluarkan dari lapangan empat menit sebelum babak pertama berakhir karena menyentuh bola, tapi tim tamu masih memperlihatkan perlawanan. Yohan Demont membuat penonton tuan rumah terdiam menit ke-51 ketika barisan pertahanan Lyon terbuka dan memungkinkan striker berambut pirang itu melancarkan tembakan rendah yang masuk ke gawang Gregory Coupet.

Suasana makin tegang di stadion Gerland ketika Lyon maju menyerang untuk menciptakan gol kemenangan dalam merebut gelar dan hal itu terwujud menit ke-64 ketika kapten Claudio Cacapa mencetak gol pertamanya musim ini. Kembali memimpin, para pendukung Lyon gembira dan beteriak-teriak karena tahu gelar sudah di tangan. Kota itu hanyut dalam suasana pesta hingga Minggu pagi.

"Kami telah berjuang sepanjang musim, jadi ada perasaan senang bisa kembali merebut gelar," kata Govou. Mantan bintang Arsenal Sylvain Wiltord juga merasa gembira. "Kini yang ada hanyalah kesenangan dan kegembiraan. Itu merupakan grup yang fantastis di Lyon dan saya bangga menjadi bagian dari mereka."

"Itu merupakan tantangan bagi saya untuk datang ke Lyon, tapi kami telah membuat kota merasa bangga. Dengan sedikit keberuntungan kami bahkan akan bisa melangkah lebih jauh dalam Liga Champion. Kami akan lebih tangguh musim kompetisi mendatang."

Sabtu, Lille merebut kemenangan menit ke-85 lawan Paris St Germain yang menunda pesta di Lyon sekurangya keesokan harinya. Kevil Mirllas, dibantu Nicolas Fauvergue berhasil memperdaya pemain belakang Paris Jose-Karl Pierre-Fanfan dan mengungguli kipoer Paris Lionel Letizi untuk mencetak gol penentu kemenangan bagi Lille dan gol pertamanya dalam liga bagi pemain asal Belgia berusia 17 tahun itu.

Timu urutan ketiga Monaco ditahan imbang tanpa gol oleh tim urutan kelima Rennes. Dan tim urutan keempat Marseille dikalahkan tim kedua dari bawah Caen 3-2 di kandang sendiri, yang merebut kemenangan pada menit akhir setelah Marseille dua kali berjuang untuk menyamakan skor. Cyril Watier, bekerjasama dengan Sebastien Mazure membuka skor bagi Caen.

Ia merebut kemenangan setelah Laurent Batlles dan Peguy Luyindula menjaidakan Marseille tetap berpeluang setelah Valero membuat Caen memimpin 2-1. Nice, yang berusaha menghindarkan diri dari zona degradasi, ditahan imbang 0-0 oleh Nanges dan Bastia menundukkan klub bawah Istres 2-0 dalam pertandingan degradasi lainnya sehingga Istres tersingkir.

Pemenang Piala Liga Strasbourg berhasil terhindar dari zona degradasi dengan kemenangan 2-1 atas tim urutan sembilan Sochaux. Semua gol tercipta pada setengah jam terakhir. Pascal Johansen dan Mickael Pagis mencetak gol bagi Strasbourg setelah Jaouad Zairi membuka skor bagi Sochaux.

Pada pertandingan yang dimainkan Jumat, Auxerre gagal dalam usaha mereka mendapatkan tempat kembali dalam Liga Champion musim kompeisi mendatang ketika mereka ditahan imbang 0-0 oleh Bordeaux. (*/tut)