< >

Mourinho Incar Banyak Gelar

Senin, 09 Mei 2005 16:26
Kapanlagi.com - Manajer Chelsea Jose Mourinho mungkin merasa lega setelah berhasil mengangkat trofi juara Liga Premier, namun pelatih asal Portugal tersebut masih jauh dari puas menyusul kemenangan 1-0 atas Charlton Athletic. Bos "The Blues" ini mendulang gelar juara liga ketiga secara berurutan.

Dua kali sebelumnya ia sukses membawa Porto menjadi juara Liga Portugal. Ia menganggap trofi Liga Premier dan Liga Carling barulah awalan. Chelsea baru menerima trofi Liga Premier di Stamford Bridge usai mengalahkan klub sesama kota London, Charlton, 50 tahun setelah kemenangan pertama mereka di papan atas Liga Inggris.

"Saya bangga, saya lelah dan saya ingin pergi liburan. Sejuta perasaan bercampur jadi satu saat ini. Saya gembira pada diri saya dan para pemain. Kami berhasil, mungkin kami melakukannya di luar pengharapan banyak orang, bahkan dari dalam klub. Saya sangat gembira tapi saya bukan orang yang cepat puas dengan apa yang kami lakukan. Kami ingin lebih. Inilah awalan sebuah proses."

"Ini musim pertama saya, saya masih punya lima musim lagi dalam kontrak, saya ingin lebih untuk saya dan Chelsea. Jadi musim depan adalah musim yang lain," katanya. Mourinho menegaskan menyutradarai keberhasilan Chelsea pada kali pertama lebih berat dari kesuksesan membawa Porto juara Liga Portugal dua kali, meskipun memiliki sumber finansial yang luar biasa dari jutawan Rusia, Roman Abramovich.

"Setiap gelar memiliki perasaan tersendiri, pertama karena itu gelar pertama, kedua karena itu gelar kedua!" gurau Mourinho setelah pertandingan terakhir Chelsea musim ini. "Gelar ini bagi saya adalah yang ketiga, tetapi yang pertama di Inggris dengan Chelsea. Perasaannya tidak berbeda, tetapi lebih sulit menjadi juara di sini."

Chelsea memastikan gelar juara di Bolton pada 30 April dengan tiga pertandingan tersisa, sedangkan penantang terdekat mereka, Arsenal dan Manchester United sudah tidak mungkin mengejar. Mourinho mengatakan angin berpihak ke Chelsea setelah kemenangan mereka atas tim yang terancam degradasi West Bromwich Albion pada akhir Oktober.

Kemenangan atas Everton keesokan harinya membawa "The Blues" pada posisi pertama, posisi yang tidak pernah mereka lepas. Ketika juara bertahan Arsenal kalah dari Bolton pada 15 Januari yang membuat mereka tertinggal 10 poin dari Chelsea, Mourinho meramalkan pertarungan sudah berakhir bagi rival sesama kota London itu.

"Bagi saya, partai yang kami rayakan pertama kali, bukan gelarnya, adalah ketika saya berada di bus merayakan kemenangan kami atas Tottenham Hotspurs di White Hart Lane. Arsenal kalah dan kami sedang di atas bus karena mereka bermain sesudah kami. Bukan berarti kami sudah meraih gelar juara, tapi setelah itu kami merasa sulit bagi saingan kami untuk mengejar."

Chelsea menundukkan Charlton berkat gol pada waktu tambahan dari Claude Makelele dari titik penalti, gol pertama mantan pemain nasional Perancis bagi Chelsea dalam 94 penampilan. Tendangan penalti gelandang berusia 32 tahun itu berhasil sebenarnya dapat diselamatkan oleh kiper Stephan Andersen, tetapi bola tidak sempurna ditangkap dan ia menyelesaikan bola yang mental.

"Saya selalu menulis diagram di ruang ganti sebelumnya. Dan saya katakan: sebuah penalti - Lampard. Tetapi jika ada tendangan penalti lagi dan kedudukannya 2-0 - Makelele. Saya kira mereka beruntung karena dalam latihan sebelumnya Makelele gagal memasukkan dua kali tendangan penalti."

Gelandang yang selalu berbicara pelan itu mengaku gol yang diciptakannya bukan berarti ia akan terus mencetak gol. "Memang benar bahwa itu merupakan gol pertama saya musim ini dan saya senang karena itu. Adalah hal yang kurang menyenangkan mencetak gol melalui penalti, tapi sebelum pertandingan kami berdiskusi dan saya senang diberi kehormatan tersebut." (*/tut)