< >

FIFA Perintahkan Pertandingan Korut-Jepang Diadakan di Bangkok

Rabu, 11 Mei 2005 07:50
Kapanlagi.com - Badan sepakbola dunia FIFA memerintahkan Korea Utara untuk bertanding melawan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia dibelakang pintu tertutup di Bangkok bulan depan.

Dalam pernyataan di website pada Senin, FIFA mengatakan, asosiasi sepakbola Korea tidak melakukan banding melawan keputusan hukuman terhadap negara itu yang dijatuhkan pada 29 april dalam kasus kerusuhan penonton selama pertandingan kualifikasi melawan Bahrain dan Iran di Pyongyang pada Maret.

"Komite organisasi Piala Dunia FIFA hari ini mengumumkan bahwa pertandingan Korea Utara dan Jepang akan dimainkan pada 8 Juni di tempat netral di Bangkok, Thailand," kata pernyataan itu.

Nama resmi dari Korea Utara adalah Republik Demokratik Rakyat Korea.

Tidak ada reaksi segera dari Pyongyang dan pekan lalu, media Korea Utara melakukan kritik keras terhadap FIFA yang telah menjatuhkan hukuman itu.

Sementara itu Jepang menyambut baik keputusan itu setelah beberapa pejabat khawatir bakal terjadi kerusuhan sehubungan adanya sejarah penjajahan yang dilakukan Jepang pada 1910-1945 terhadap wilayah semenanjung Korea itu, bila tim mereka datang ke Pyongyang.

"Sekarang keputusan final untuk bertanding di Bangkok ini membuat kami harus bersiap sebagaimana mestinya," kata ketua Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) Saboru Kawabuchi.

"Bertanding di stadion yang kosong akan menjadi pengalaman baru dan itu memaksa kami untuk membuat kepastian bahwa kami siap dengan kondisi itu,` tambahnya.

Federasi Sepakbola Korea Selatan telah mendukung agar pertandingan Korea Utara melawan Jepang dilangsungkan di Pyongyang dan juga mendorong banding Korea Utara.

Para pejabat sepakbola Korea Selatan telah menyatakan kecewa, dan mengatakan, masih ada waktu bagi Pyongyang untuk melakukan banding.

"Itu perlu disayangkan bahwa FIFA memutuskan Korea Utara harus bertanding di Bangkok," kata direktur humas KFA You Young-cheul.

"Kami melihat kemungkinan langkah tambahan yang mungkin datang dari FIFA atau Korea Utara dengan minat besar," tambahnya. (*/lpk)