Tes Pap Smear atau papanicolaou tes adalah tes yang dapat mendeteksi ada tidaknya sel-sel abnormal yang terdapat di dalam mulut rahim, sebelum berubah menjadi sel kanker.
Bagi wanita yang telah menjalani kehidupan seks secara aktif umumnya dianjurkan untuk menjalani tes pap sedikitnya satu kali dalam tiga tahun.
Sebanyak 80% dari para wanita usia subur dan berkehidupan seks aktif di AS menjalani tes sesuai dengan nasihat dokter mereka.
Namun sebagian jumlah lainnya dan juga para dokter mereka masih belum menyadari akan kegunaan pap smear sesungguhnya, demikian laporan Departemen Kesehatan Masyarakat.
Pada saat Badan Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganalisa data dari 1.502 wanita yang tidak mejalani pap smear walaupun berkonsultasi ke dokter secara rutin dalam satu tahun sebelumnya ditemukan bahwa 87 persen mengatakan dokter mereka tidak menganjurkan agar melakukan pap smear.
Para wanita tersebut mengatakan hal itu (tes pap smear) tidak dianjurkan dokter dan karena hal tersebut menjadi alasan utama bagi mereka untuk tidak menjalani tes tersebut, demikian laporan survei CDC pada tahun 2000 yang dipublikasikan pada tahun 2005 dalam bentuk makalah yang dimuat dalam majalah kesehatan Journal of Cancer Epidemiology, Biomarkers dan Prevention.
"Kita masih kehilangan banyak korban jiwa karena penyakit kanker mulut rahim yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati apabila terdeteksi pada tahap dini," kata Steven Coughlin seorang ahli epidemiology di CDCD pada unit yang khusus menangani kasus-kasus kanker, baik pencegahan dan penanggulangannya dan sekaligus menjadi ketua tim peneliti.
"Semakin banyak dokter yang merekomendasi pap smear hal itu akan membantu meningkatkan jumlah para pasien yang mau melakukannya dan kanker mulut rahim dapat diditeksi pada tahap dini sehingga lebih banyak wanita yang dapat diselamatkan," kata Coughlin menambahkan.
Diperkirakan sebanyak 10.370 wanita akan terdiagnosa terkena kanker mulut rahim dan sekitar 3.710 diantaranya akan meninggal dunia.
Hasil penelitian CDC juga mendapatkan para dokter lebih besar kecenderungannya untuk tidak menganjurkan apabila pasiennya adalah kaum imigran.
Wanita kaum imigran dan para wanita lainnya yang belum pernah atau hanya baru satu, dua kali mengikuti tres pap smear kini menjadi terget utama dalam program pencegahan kanker payudara dan mulut rahim yang didanai oleh CDC yang memberikan tes uji mammogram (tes deteksi kanker payudara) bagi wanita yang berpenghasilan rendah dengan asuransi kesehartan yang tak memadai.
Tes pap smear adalah salah satu cara yang paling banyak manfaatnya untuk mengetahui ada-tidaknya sel kanker dimulut rahim tetapi tidak berarti semua jenis kanker yang menyerang rahim dapat dideteksi melalui tes pap smear itu.
Sebagai contohnya adenocarcinoma, salah satu jenis kanker mulut rahim yang disebabkan oleh adanya virus papilloma manusia yang sulit ditemukan melalui tes pap smear. (*/erl)