< >

Kelahiran Prematur Terkait dengan Susunan Genetik

Rabu, 11 Mei 2005 10:47
Kapanlagi.com - Seorang wanita mengalami risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi secara prematur apabila salah satu anggota keluarganya juga melahirkan bayinya secara prematur pula dan ada cara untuk menghindarinnya yaitu dengan melakukan analisa genetika, para penliti mengatakan Rabu.

"Kelahiran prematur adalah kasus terbesar dalam dunia kedokjteran kandungan dan kebidanan pada saat ini dan jumlahnya akan semakin besar," kata dokter Kenneth Ward, kepala bagian kebidanan dan kandungan (Obstetrics and Gynaecology), di Universitas Hawai Fakultas Kedokteran dan ketua tim penulis ilmiah yang menggunakan database genetika yang dikompilasi oleh masyarakat Mormon Utah.

"Ada kaitan dengan susunan genetik dalam kasus tersebut," kata dokter Ward pada pertemuan sekolah tinggi ilmu kedokteran kebidanan Amerika.

"Semakin banyak bayi kelahiran prematur yang kita selamatkan maka semakin banyak pula generasi bayi prematur selanjutnya yang juga akan mempunyai anak-anak prematur pula."

Bayi-bayi prematur ini dapat menghabiskan waktu hingga berminggu-minggu di unit khusus perawatan intensif dan memiliki risiko kematian lebih tinggi dan mengalami komplikasi serius.

Tim yang dipimpin Ward mempelajari sejarah kesehatan keluarga lebih dari 220 wanita di Utah yang melahirkan bayi dengan usia kehamilan kurang dari 36 pekan, dibanding dengan generasi bayi dengan usia kehamilan 40 minggu.

Ward dan rekan-rekannya mengidentifikasi 28 wanita yang salah seorang anggota keluarganya melahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 40 minggu.

Kemudian Ward dan timnya mencari database gynaecology berusia 75 tahun yang berisi dokumen sebanyak 17,5 juta generasi orang tua dan pendahulu dan 3,5 juta generasi penerus dari masyarakat awal Utah.

Mereka menemukan bahwa wanita yang melahirkan bayi prematur pada umumnya mmepunyai salah sartu kerabat keluarga generasi sebelumnya yang diantaranya juga melahirkan pada usia kehamilan yang kurang.

"Hal ini mengimplikasikan adanya kaitan ikatan genetik yang ikut memberikan risiko lebih tinggi untuk melahirkan prematur," kata Ward.

Ia (Ward) mengatakan keluarga yang teridentifikasi dalam penelitian tersebut akan sangat membantu dalam proses identifikasi berkaitan dengan tatanan genetik dengan kelahiran prematur dan skaning tatanan genetik juga sedang dilakukan. (*/erl)