< >

Harga Kopi Dunia Naik

Rabu, 11 Mei 2005 11:13
Kapanlagi.com - Isu merosotnya produksi kopi di Brasil sebagai negara produsen terbesar kopi dunia, berdampak terhadap naiknya harga kopi di pasar dunia dalam sebulan terakhir.

Eksportir kopi Jatim, Isdarmawan Asrikan, di Surabaya, Selasa (10/5) mengatakan, bayang-bayang merosotnya produksi kopi di Brasil itu berpengaruh terhadap kenaikan harga kopi dunia sekitar 10%.

Harga kopi robusta di pasar London kini mencapai US$1.105 per ton, sedangkan kopi arabika di pasar New York sebesar US$2.670 per ton.

"Kalau dibanding awal tahun, harga kopi tidak hanya naik 10% tapi hingga 35%. Kopi robusta pada awal tahun sekitar US$740 per ton, sedangkan kopi arabika di sekitar US$1.900 per ton," katanya menambahkan.

Isdarmawan yang juga Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim itu mengemukakan, kenaikan harga kopi di pasar dunia tersebut kini juga menjadi acuan penentuan harga di pasar lokal.

Ia mencontohkan, harga kopi robusta di tingkat petani di Jatim yang sebelumnya hanya berkisar Rp7.500 saat ini mencapai Rp8.250 per kilogram. Meski harga kopi kini sedang menguat, tapi permintaan pasar kini relatif stabil.

Sementara itu, produksi kopi dari Brasil tahun ini diperkirakan hanya sekitar 33 juta karung atau menurun dari perkiraan semula sebanyak 38 juta karung.

Panen stabil

Pada bagian lain, Isdarmawan mengemukakan, produksi kopi Jatim tahun ini diperkirakan cukup stabil dibandingkan tahun lalu, sekitar 40 ribu ton.

Meski demikian, ia memperkirakan produksi kopi dari luar Jawa kini cenderung berkurang. Diantara indikasi itu adalah berkurangnya produksi kopi dari berbagai daerah di Sumatera.

"Biasanya dalam bulan-bulan seperti sekarang ini, kopi dari Lampung, Bengkulu dan daerah lain di Sumatera sudah mengalir ke Jatim, tapi kali ini belum terjadi," ujarnya. (*/bun)