< >

Petugas Penjara Guantanamo Masukan Al-Qur`an ke Kakus

Rabu, 11 Mei 2005 11:45
Kapanlagi.com - Pakistan menjadi negara muslim pertama yang menyatakan keprihatinannya secara resmi kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengenai laporan penghinaan Al-Qur`an yang dikabarkan dimasukkan ke lubang kakus di Guantanamo.

Majalah mingguan Amerika, Newsweek, dalam edisi terakhirnya pekan ini dengan mengutip sumber-sumber tertentu, melaporkan bahwa para staf investigasi di penjara Guantanamo telah mendapati para interogator "menempatkan kitab-kitab Al-Qur`an di kakus, dan sekurang-kurangnya memasukkan satu kitab sehari ke dalam lubang kakus."

Kementerian Luar Negeri Pakistan lewat suatu pernyataannya mengatakan, Islamabad telah menyampaikan keprihatinan mendalam kepada Washington mengenai laporan tentang penodaan kita suci umat Islam itu.

Laporan Newsweek tersebut pekan ini telah menyebabkan unjukrasa-unjukrasa mahasiswa di Afghanistan dan memicu kemarahan para anggota Parlemen Pakistan.

"Para pejabat AS telah menyatakan bahwa para pelaku penodaan itu akan dimintai pertanggungjawaban mereka setelah masalahnya diperiksa dengan baik dan pertanggungjawabannya diberikan," kata pernyataan Kemlu Pakistan tersebut.

Kemlu Pakistan mengeluarkan pernyataan tersebut setelah terlihat semakin membesarnya kecenderungan kemarahan rakyat di negara ini. Senin lalu, Majelis Nasional, majelis rendah parlemen, mengeluarkan resolusi mengecam penodaan sebagai yang dilaporkan media itu.

Di Jalalabad, Afghanistan, sedikitnya 2.000 mahasiswa turun ke jalan-jalan sambil meneriakkan "Mati bagi Amerika" memprotes penodaan itu. Mereka membawa pula patung Presiden George W. Bush dan menerikkan "Matilah Bush."

Pakistan juga memanggil wakil Dutabesar AS di Islamabad untuk menyampaikan keprihatinan mendalam menyangkut laporan tersebut, menurut para pejabat AS di Washington. "Pentagon sadar akan sangkaan itu," kata seorang pejabat Deplu AS yang menambahkan Pentagon telah mulai penyelidikannya.

Jurubicara Pentagon Lawrence Di Rita tidak menjawab pertanyaan mengenai apakah para penjaga di Guantanamo telah menempatkan Al-Qur`an di toliet-toilet penjara bagi para petempur Muslim asal Afghanistan yang berada dalam kamp militer AS di Pulau Kuba itu.

Jurubicara Deplu AS, Tom Casey, mengatakan bahwa Pakistan telah mengangkat isu tersebut dengan para pejabat senior AS di Kedubes di Islamabad dan pihak AS menanggapi sangkaan-sangkaan itu dengan serius.

"Jika sangkaan-sangkaan itu terbukti, para pelakunya akan dimintai pertanggungjawaban mereka," kata Casey dalam jawaban tertulis atas pertanyaan tertulis seorang wartawan. (*/erl)