Tim tuan rumah Cina Shandong Luneng akan menjamu Yokohama F Marinos dalam babak penyisihan Liga Champions Asia yang berlangsung di Jinan, timur propinsi Jinan. Pertandingan tersebut merupakan event "penting" menyusul kerusuhan anti-Cina bulan lalu.
Ketika itu, ratusan pengunjuk rasa membakar bendera Jepang, menyerang kepentingan bisnis Jepang yang membuat hubungan kedua negara mencapai titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Protes tersebut dipicu oleh penolakan Jepang untuk mengakui kejahatan perang yang mereka lakukan dimasa lalu dan keinginan Jepang untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Polisi Jinan meningkatkan konsentrasi di sekitar arena pertandingan, serta jalan-jalan utama dan sarana umum lainnya. "Yang paling penting adalah untuk memastikan keamanan pendukung Jepang," kata seorang polisi.
Polisi juga melibatkan para pekerja kesehatan juga dikerahkan untuk membantu mengamankan sekitar 100 pendukung Jepang yang datang ke Jinan. Sebelumnya, sepakbola juga menjadi sarana pelampiasan dendam masyarakat Cina terhadap Jepang, seperti yang terjadi di Piala Asia di Beijing Agustus 2004 lalu.
Ketika itu, para penonton Cina melemparkan botol ke lapangan dan membakari bendera Jepang. Polisi Jinan juga telah mengeluarkan imbauan agar para pendukung tuan rumah Cina tetap menjaga ketertiban dan tidak melemparkan benda keras ke lapangan, atau mengeluarkan cemoohan ke arah tim Jepang. (*/tut)