< >

Timur Tengah Sambut Positif 'KINGDOM OF HEAVEN'

Rabu, 11 Mei 2005 19:17
Kapanlagi.com - Film kolosal baru KINGDOM OF HEAVEN yang berkisah tentang Perang Salib telah disambut positif di Timur Tengah dimana para penggemar film mengatakan bahwa film ini telah menantang stereotipe Hollywood tentang warga Arab dan umat Muslim sebagai para pelaku teroris, demikian dikutip dari Reuters.

Film KINGDOM OF HEAVEN arahan Ridley Scott yang kini berada di puncak box office Amerika, menceritakan perang di abad ke-12 di Yerusalem antara umat Muslim dan Kristen. Film ini juga memberi pesan baik atas dukungan pada sikap moderat daripada sikap ekstrim guna menjaga hubungan antara umat Islam dan negara-negara Barat.

"Film ini jelas menentang fanatisme agama. Segala yang perlawanan terhadap kebencian, fanatisme dan oposisi sistematis diantara kedua dunia ini disambut baik," kata penulis The Crusades Through Arab Eyes.

Beberapa tokoh agama prihatin mengenai film Perang Salib yang digunakan sebagai istilah oleh Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, sebagai perang melawan terorisme. Mereka khawatir bahwa film ini akan menyulut gambaran perang antara dunia Barat dan Islam setelah serangan teroris 11 September 2001 di Pantai Timur Amerika Serikat.

"Tujuan film ini adalah menyembuhkan luka bukan membukanya kembali," kata kritisi film Tarek al-Shenawy asal Mesir.

Beberapa sejarahwan telah menuduh Scot terlalu memberikan kesan simpatik kepada tokoh pemimpin Saladin dari suku Kurd di bawah pasukan Muslim yang merebut kembali kota Yerusalem dari para pejuang Perang Salib pada tahun 1187. Seorang akademisi Inggris mengatakan bahwa film KINGDOM OF HEAVEN seperti "sejarah versi Osama bin Laden."

Maalouf mengatakan film ini tampak bersikap terlalu keras pada kelompok biarawan pejuang Knights Templar semasa Perang Salib. "Ada pula orang di pihak Arab yang menginginkan perang bagaimanapun juga," ujarnya. "Kesan saya adalah bahwa urutan sejarah cukup akurat. Semangat zaman itu tampil," tambahnya.

Berbagai kelompok Muslim telah memuji Scott (dari karya film GLADIATOR) atas gambaran Saladin. Para penggemar di Timur Tengah mengatakan film ini dapat membantu memulihkan kerusakan terhadap reputasi agama Islam oleh film produksi Hollywood yang telah mengadudombakan kaum militan Muslim terhadap warga Amerika dan banyak kaum Muslim menganggap bahwa liputan tak seimbang pada Timur Tengah oleh media Barat.

"Warga Arab dan umat Muslim biasanya tampil sebagai orang kasar haus balas dendam dalam film Hollywood. Film KINGDOM OF HEAVEN lebih adil - - warga Arab dan umat Muslim tampil jauh lebih baik," kata warga Mesir-Amerika Deana Elimam yang tinggal di Kairo, Mesir.

Shenawy mengatakan bahwa Saladin yang diperani aktor Ghassan Massoud asal Syria, akan menghasilkan pengaruh lebih besar jika Scott emmberikan tokoh ini peran yang lebih menonjol. "Anda melihat sekilas kepahlawanannya," kata Massoud tentang tokoh Saladin.

"Film ini tak mewujudkan semua aspirasi tetapi kami tak bisa meminta Ridley Scott mempersembahkan segalanya. Cukup bahwa ia memberikan gambaran yang ada keseimbangannya," kata Massoud.

Tetapi upaya Scott tak disambut pujian universal diantara para penggemar film dari Timur Tengah. Tokoh akademis Libanon As'ad AbuKhalil yang berbasis di Amerika Serikat keberatan dengan adegan yang menampilkan tokoh pejuang Balian (diperani Orlando Bloom) dalam Perang Salib. Pasalnya, Balian menunjukkan pada petani Arab bagaimana menggali sumur untuk sistim irigasi ladang pertanian.

"Saya … hampir tak senang, ketika tokoh utama film ini … mengambil alih tanahnya dengan 'jenius' tipikal orang Barat mengajar warga Arab yang lebih rendah bagaimana menggali air, seolah mereka tak melakukan hal itu selama berabad-abad," kata Abu Khalil di situsnys di Internet. "Ini mirip mitos Barat tentang imigrasi Zionis yang menyebabkan 'gurun pasir berbunga' di Palestina," tambahnya. (*/dar)